Kresnayana: 400 Industri Bakal Masuk Jatim pada 2019

Kresnayana: 400 Industri Bakal Masuk Jatim pada 2019

Kresnayana Yahya

Diperkirakan 400 industri yang akan masuk ke Jawa Timur pada 2019. Hal ini dipengaruhi dibangunnya infrastruktur jalan tol yang membuat terhubungnya wilayah Ngawi sampai dengan Probolinggo.

“Jalan tol itu menghubungkan Ngawi, Magetan, Madiun, Jombang sampai dengan Nganjuk. Hari ini, dengan adanya fakta tersebut banyak kepala daerah yang ada di JawaTimur yang tidak dapat mengabaikan hal itu. Karena mereka tahu hal ini menjadi satu peluang besar bagi daerahnya untuk bisa berkembang,” ujar Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (14/12/2018).

Menurut Kresnayana, tidak hanya wilayah Ngawi, wilayah Probolinggo juga harus bersiap menghadapi perubahan tersebut. Tahun depan dan diperkirakan akhir tahun 2020, jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi bakal selesai.

“Untukitu harapan kami semua kepala daerah dapat mempromosikan daerahnya untuk dijadikan tempat industri. Ini agar perekonomian di wilayah maju, salah satufaktor yang dapat mendokrak adalah bidang industri,” papar Bapak Statistik Indonesia itu.

Ditegaskan Kresnayana, dengan dibukanya industri di daerah, makin bertambah pula kelas menengah atas di daerah tersebut. Dia mencontohkan, jika di sebuah daerah dibangun pabrik, industri tersebut dapat menyerap tenaga kerja sekitar 2.000 orang.

“Dengan adanya lapangan kerja baru, di wilayah tersebut juga bakal muncul usaha-usaha baru. Contohnya, pasti di daerah itu ada perumahan, ada pertokoan dan berbagai usaha yang menunjang lain. Dengan begini, saya yakin tahun 2019 pertumbuhan perekonomian di Jatim bisa tembus 7 persen,” tandas Kresnayana.

Dalam kesempatan itu, Kresnayana menambahkan, hadirnya industri di suatu daerah bakal berpengaruh pada pertumbuhan perekonomian nasional.

“Coba bayangkan, jika industri tersebut dapat besar dan bisa ekspor. Kita bisa masuk pada pasar ekspor potensial saat ini. Yaitu Laos, Kamboja dan Myanmar. Di tiga negara tersebut pertumbuhan perekonomiannya sedang bagus, rata-rata 8 persen. Jika kita bisa masuk ke sana bayangkan berapa devisa yang bisa didatangkan,” pungkas dia. (wh)