Kredit Kepemilikan Ruko di Jatim Melesat 50,9 Persen

Kredit Kepemilikan Ruko

Penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) untuk tipe Rumah Toko (Ruko) di Jatim tercatat cukup tinggi. Catatan Bank Indonesia (BI), KPR yang disalurkan bank umum tumbuh 50,9 persen secara year on year (yoy) pada Oktober 2013 menjadi Rp 1,6 triliun.

Kepala Perwakilan BI Wilayah IV Jatim, Dwi Pranoto, mengatakan meski proporsinya paling kecil dibandingkan tipe rumah tinggal, pertumbuhan penyaluran kredit untuk pemilikan Ruko mengindikasikan ekonomi di Jatim sedang tumbuh positif.

“Dengan tingginya pertumbuhan kredit untuk pemilikan Ruko artinya banyak bisnis baru muncul di Jatim. Ini senada dengan pertumbuhan ekonomi Jatim yang juga terus melaju melebihi pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkapnya kepada wartawan di Surabaya, Kamis (5/12/2013).

Hingga Oktober 2013, BI mencatat total penyaluran KPR di bank umum mencapai Rp 26,9 triliun dengan pertumbuhan 33 persen secara yoy.

Dirinci, KPR untuk rumah tinggal tipe dibawah 21 tercatat sebesar Rp 3,2 triliun dengan pertumbuhan 17,9 persen secara yoy. Pada periode yang sama, KPR yang disalurkan untuk rumah tinggal tipe 22-70 tercatat sebesar RP 11,7 triliun dengan pertumbuhan 37,1 perse ndan KPR untuk rumah tinggal tipe diatas 70 tercatat sebesar Rp 10,3 triliun dengan pertumbuhan tahunan 33,4 persen.

Kata dia, secara umum pertumbuhan KPR di Jatim masih tinggi. Hal ini menunjukkan jika kebutuhan masyarakat akan rumah tinggal juga masih tinggi.”

”Pertumbuhan penyaluran KPR yang cukup tinggi ternyata juga didukung dengan kualitas kredit yang baik, ditunjukkan dengan tingkat NPL untuk KPR di Jatim yang tercatat 1,9 persen,” papar Dwi.(wh)

Marketing Analysis 2018