Konsumsi Listrik Indonesia Belum Ideal

Konsumsi Listrik Indonesia Belum Ideal

Dwi Setyaningsih

Sebagai negara besar yang dihuni lebih dari 230 juta jiwa, pemenuhan terhadap semua kebutuhan penduduknya tentu bukan hal mudah. Salah satunya adalah listrik.

Jika listrik digunakan sebagai salah satu ukuran tingkat kesejahteraan, maka pertanyaannya adalah sudah seberapa ideal tingkat konsumsi listrik di Indonesia saat ini?

Untuk kawasan ASEAN saja, pemakaian listrik per kapita negara ini jauh di bawah Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, Thailand, bahkan Vietnam. Membandingkan konsumsi listrik per kapita Indonesia dengan negara-negara berpenduduk jauh lebih sedikit, sesungguhnya memang tidak terlalu tepat. Ini karena pemakaian listrik per kapita dihitung dengan cara membagi konsumsi listrik suatu negara dalam satu tahun dengan jumlah penduduk.

Enciety Desk Research (eDR) mencatat, pada tahun 2012, konsumsi listrik per kapita di Indonesia mencapai 726 KWh dengan pendapatan per kapita Rp 30 juta. Sedangkan di Vietnam, konsumsi listrik per kapitanya 917 KWh dengan pendapatan per kapita sekitar Rp 25 juta.

Jika dibandingkan, terlihat indikasi bahwa Vietnam lebih produktif atau bisa dikatakan tingkat konsumsi listrik di Indonesia belumlah ideal karena harusnya bisa lebih tinggi.

Belum idealnya konsumsi listrik per kapita di Indonesia selain disebabkan dominannya pemakaian untuk rumah tangga (konsumtif) juga karena kapasitas pembangkit yang ada masih terbatas.

Konsumen rumah tangga menjadi penyerap listrik terbesar dengan konsumsi mencapai 72 Terawatt hour (TWh), kemudian industri 60 TWh, komersial 31 TWh, dan publik 11 TWh di Tahun 2012 (eDR). Dominasi konsumsi listrik oleh rumah tangga mulai terjadi Tahun 2006. (wh)

Marketing Analysis 2018