Komoditas Akuakultur Butuh Ketersediaan Teknologi

Komoditas Akuakultur Butuh Ketersediaan Teknologi

Jos Luhukay memberikan keterangan pers di Hotel JW Marriott Surabaya, Kamis (20/9/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Rabobank akan fokus pada dua sasaran, agrikultur dan akuakultur. Itu dilakukan dalam upaya mendorong peningkatan pembiayaan pertanian di Jawa Timur.

“Selama ini, kontribusi Jatim untuk nasional sebesar 20 persen. Kami fokus kami kepada dua sasaran itu,” tegas Presiden Direktur Rabobank Indonesia Jos Luhukay, dalam press conference jelang seminar bertajuk “Perkembangan Budidaya Udang” di Hotel JW Marriott Surabaya, Kamis (20/9/2018).

Kata diam, salah satu hal yang menjadi kendala pelaku usaha komoditas akuakultur ini adalah ketersediaan teknologi. Dengan program pemerintah saat yang memperketat penjagaan wilayah perairan, kondisi komoditas akuakultur berupa ikan kini jumlahnya membeludak.

“Untuk itu, kita membutuhkan teknologi yang menopang industri akuakultur. Contohnya ketersediaan cold storage. Jika kita hanya menangkap ikan tanpa melalui proses penyimpanan dan pengolahan dalam cold storage berskala industri, komoditas ikan tersebut bakalan busuk. Kendala harus dipecahkan,” tandas Jos.

Dia juga mengatakan jika kelebihan luas garis pantai juga merupakan kelemahan bagi para nelayan. Pasalnya jika dicermati, kelebihan luas garis pantai tersebut menjadikan makin jauh juga rantai pasokan bagi para nelayan. Dengan kata lain, perlu infrastuktur yang cukup.

Untuk memecahkan masalah tersebut, sambung Jos, yang diperlukan industri akuakultur saat ini adalah terciptanya ekosistem yang memadai dari seluruh aspek pendukung.

“Saat ini kita perlu mencorong terciptanya ekosistem berupa sistem cluster dalam dunia industri tersebut. Dengan begitu kita tidak perlu jauh-jauh dan lebih hemat dalam mengolah hasil akuakultur yang kini melimpah itu,” tegas dia.

“Untuk mewujudkan hal tersebut tidak hanya dibutuhkan peran perbankan dan pelaku industri akuakultur. Semua pihak wajib mendorong terwujudnya ekosistem tersebut. Jadi, tidak hanya pihak swasta, tapi juga pemerintah daerah mengalokasikan sumber daya juga sangat penting untuk mewujudkan ekosistem tersebut,” terang dia. (wh)

Marketing Analysis 2018