Kolaborasi OJK Diapresiasi Gubernur Jatim

Kolaborasi OJK Diapresiasi Gubernur Jatim

Heru Cahyono, Nurhaida, dan Soekarwo.foto:arya wiraraja/enciety.co

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengapresiasi berbagai capaian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 4 Jawa Timur (Jatim). Menurut dia, dengan program kolaborasi yang dilakukan OJK, beberapa sektor perekonomian, perbankan dan non perbankan dapat tumbuh lebih sehat.

“Contohnya, angka perekonomian kita di sektor UMKM meningkat terus, kemudian kondisi pasar modal kita juga makin meningkat. Lalu yang luar biasa industri pengolahan kita naik menjadi 30 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kita,” tegas dia usai acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Jatim 2019 di Hotel JW Marriot, Kamis (31/1/2019).

Kolaborasi yang dilakukan OJK untuk menggandeng potensi-potensi yang ada di industri jasa keuangan. “Contohnya, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang saat ini dibawah kendali OJK kesehatannya mulai terjaga. Nah, tadi sudah disampaikan oleh Pak Heru (Heru Cahyono, Kepala OJK Regional 4 Jatim), untuk menjaga kesehatan itu ada training-training rutin yang dilakukan OJK,” tandas Soekarwo.

Soekarwo mengaku optimis, pada tahun 2019 mendatang kondisi perekonomian Jatim makin meningkat. Hal ini tidak lain karena langkah kolaborasi yang digalakkan OJK saat ini lebih massif.

“Kita optimis kondisi ekonomi kita makin bagus. Terlebih gaya-gaya menggandeng para stakeholder ini memang sangat dibutuhkan di Jawa Timur, khususnya untuk membangun perekonomian lebih maju lagi,” tegas Soekarwo .

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Nurhaida yang hadir pada acara itu menjelaskan, saat ini OJK pusat dan OJK KR 4 Jatim secara sinergis terus mendorong pembangunan perekonomian di Jawa Timur.

“Semua sektor bisa kita dorong. Baik itu sektor perbankan, jasa keuangan, pasar modal dan lain sebagainya. Hal ini sudah kita buktikan pada tahun 2018 yang lalu,” tegasnya .

Optimisme Nurhaida itu bukan isapan jempol semata. Menurut dia, diramalkan pada tahun 2019 kondisi perekonomian global bakal lebih bersahabat. Lantas, hal ini menjadi kesempatan perekonomian nasional dan daerah, kususnya Jawa Timur dapat berkembang.

“Sampai saat ini, kondisi perekonomian global selalu menjadi pengaruh utama perekonomian kita. Dengan makin membaiknya perekonomian global di 2019, saya optimis ekonomi kita dapat tumbuh lebih dari 5,15 persen seperti di 2018 lalu,” paparnya. (wh)

Marketing Analysis 2018