Kinerja Ekspor Turun, tapi Ekonomi Tumbuh

Kinerja Ekspor Turun, tapi Ekonomi Tumbuh

Teks: Mur Cahyudi (Ketua Himpunan Mebel Kerajinan Indonesia), Budi Budianto (Wakil Ketua Himpunan Mebel Kerajinan Indonesia), dan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (7/7/2017). foto: arya wiraraja/enciety.co

Tahun 2017, kondisi kinerja ekspor dalam negeri masih belum terlihat meningkat signifikan. Hal tersebut tidak lain sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian dunia yang kondisinya masih belum pulih 100 persen.

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya menjelaskan, sampai Mei 2017 ini, kinerjanya kurang lebih mencapai 7,62 persen. Jika dilihat secara kualitatif, angkanya mencapai USD 70 miliar.

“Tiap tahun rata-rata angka yang dihasilkan dari ekspor kita kurang lebih sekitar USD 200 miliar. Namun, saat ini pendapatan tersebut masih mencapai sekitar USD 140-150 miliar,” kupas Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (7/7/2017).

Kata dia, untuk wilayah Jawa Timur, rata-rata angka pendapatan yang dihasilkan dari ekspor mencapai USD 2-3 miliar per bulan. Namun, dengan kondisi tersebut, ia meramalkan kondisi ekspor hanya dapat mencapai USD 1,7-1,8 miliar per bulan sepanjang 2017.

Perlu diketahui, ada beberapa barang yang sebelumnya merupakan komoditi utama ekspor yang kini mengalami penurunan permintaan. Di antaranya logam mulia, perhiasan dan lain sebagainya.

“Hal ini sedikit banyak sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian yang ada di wilayah negara-negara timur tengah dan China yang merupakan pasar komoditi utama perhiasan dan komoditi bahan baku dari Indonesia,” terang pakar statistic ITS ini.

Namun, menurut  Kresnayana, ada hal yang menarik dalam dunia perekonomian Indonesia. Pasalnya, dalam kondisi ekspor yang demikian terpuruk, perekonomian kita dapat tumbuh. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh perdagangan dalam negeri lebih banyak menghasilkan ketimbang ekspor.

Lebih lanjut ia menjelaskan, ada beberapa daerah di Indonesia yang mengalami pertumbuhan perekonomian. Di antaranya Sulawesi yang saat ini sedang tumbuh mencapai 7-8 persen. Lalu, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang angkanya juga meningkat mencapai 6-7 persen.

“Selain itu, ada daerah Papua yang pertumbuhan perekonomiannya mencapai 20 persen pada tahun 2017 ini,” tegasnya.

Becermin dari angka-angka tersebut, sambung Kresnayana, saat ini, kondisi perekonomian nasional kita telah mampu bertahan di tengah keterlambatan bangkitnya perekonomian global. (wh)