Ketika Gado-Gado jadi Penyebab Inflasi

Ketika Gado-Gado jadi Penyebab Inflasi
Yani Naurah, peneliti Enciety Business Consult

Gado-gado, hmmm.. Siapa yang tidak suka? Bagi orang Jawa Timur, makanan ini sudah tidak asing lagi. Salah satu makanan sehat dengan banyak sayur, lauk, dan diguyur bumbu kacang yang kental.

Gado-gado sempat nongol di deretan sepuluh penyebab utama inflasi Kabupaten Sumenep. Hal yang unik, bahwa gado-gado, rujak, dan pecel menjadi penyumbang inflasi.

Tercatat pada November 2014, gado-gado menyumbang 9,44 persen penyebab inflasi. Sedangkan pada Desember 2014, naik menjadi 13,98 persen.

Hal yang sama terjadi juga di nasi dengan lauk yang mengalami tren kenaikan penyebab inflasi pada Desember 2014 sebesar 13,99 persen, dam naik menjadi 15,26 persen pada Januari 2015.

Dari dua hal tersebut, terjadi kecenderungan masyarakat Sumenep lebih memilih membeli makanan jadi ketimbang membeli bahan makanan untuk diolah menjadi makanan jadi. Hal ini bisa dipicu dengan naiknya harga-harga bahan makanan akibat kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Hal ini di dukung dengan pernyataan Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter Bank Indonesia Juda Agung. Kata dia, ke depannya, faktor harga pangan akan lebih banyak menyumbang inflasi ketimbang harga bahan bakar minyak. “BBM tidak lagi menjadi penyebab utama gejolak inflasi,” ujar dia. (wh)

Marketing Analysis 2018