Ketahuan Bolos, Risma Ancam Sanksi 14 Pelajar Rawat Orang Gila

Ketahuan Bolos, Risma Ancam Sanksi 14 Pelajar Rawat Orang Gila
Empat belas siswa yang terbukti membolos sekolah diberi wejangan oleh Tri Rismaharini, Selasa (23/2/2016). sandhi nurhartanto/enciety.co

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya mengamankan 14 pelajar yang diketahui membolos. Keempat belas siswa tersebut di antaranya berasal dari 1 siswa dari SDN Mojo, 2 siswa SMK siang, 2 siswa SMK Taruna, 1 siswa SMK 45, 2 siswa SMK Tri Tunggal, 1 siswa SMK Bubutan, 3 siswa SMK N 7, 1 siswa SMKN 10, dan 1 siswa dari SMK N 5.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang mengetahui ada 14 siswa yang terkena razia petugas Satpol PP langsung memberikan pembinaan kepada para pelajar tersebut.

“Kenapa kalian membolos? Apa kamu tidak tahu bila orang tuamu sudah susah payah menyekolahkan malah ditinggal keluar hanya nongkrong di warung kopi,” ucap Risma kesal saat bertemu dengan ke 14 siswa itu di lobby lantai dua depan ruang kerja Wali Kota di Balai Kota Surabaya, Selasa (23/2/2016).

Risma terlihat sangat kecewa dengan ulah para pelajar yang ketahuan bolos sekolah tersebut. Bahkan, ia mengancam untuk anak-anak yang bolos akan diberikan hukuman sosial untuk merawat orang gila di Liponsos Keputih.

“Pokoknya bila kalian semua kalau tertangkap lagi, tak suruh merawat orang gila,” sahut Risma jengkel.

Setelah memberikan petuah, Risma memerintahkan Kepala Bapemas dan dinkes untuk melakukan pendataan lebih detil serta tes urine pada 6 siswa.

“Untuk siswa ini, (siswa SDN Mojo karena tertangkap di warnet red)) facebook-nya harap ditelusuri. Bahaya iki. Terus yang enam ini lakukan tes urine agar diketahui lebih lanjut,” sergah Risma.

Di tempat yang sama, Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto mengatakan pengamanan siswa tersebut adalah hasil dari razia yang dilakukan oleh anggota yang berada di lapangan dan cuitan dari media sosial warga yang melihat para pelajar tersebut sedang membolos.

“Saat kami amankan, rata-rata para siswa yang bolos tersebut sedang berada di warung di kawasan Simo Pomahan dan di warnet di kawasan Ploso,” kata Irvan.

Kata dia, pihak Satpol PP kota Surabaya akan mendatangi dan memberitahukan kepada orang tua pelajar yang tertangkap serta akan memberitahukan kepada pihak sekolah.

“Kami panggil para kepala sekolah agar berikan perhatian khusus kepada para siswa yang ketahuan bolos,” ujarnya. (wh)

Marketing Analysis 2018