Kesadaran Masyarakat Manfaatkan Data Naik Dua Kali Lipat

Kesadaran Masyarakat Manfaatkan Data Naik Dua Kali Lipat

Kresnayana Yahya

Setiap tahun, angka kesadaran masyarakat memanfaatkan data terus meningkat hingga dua kali lipat. Saat ini, apa pun dapat diubah dalam bentuk data yang dijadikan sebagai sumber keputusan. Tidak terkecuali pola prilaku manusia. Contohnya, setiap hari tingkat kepadatan lalu lintas antara jam 6-7 pagi, sangat berbeda jam 7-8 pagi.

“Dengan gambaran data tersebut, kita dapat merumuskan kebijakan untuk mengatur pemerataan arus lalu lintas supaya jalanan ini tidak macet,” kata Kresnayana Yahya, Chairperson Enciety Business Consult, dalam acara Perspective Dialogue Suara Surabaya, Jumat (31/8/2018).

Kata Kresnayana, hal tersebut dapat dicontohkan dalam transaksi. Menurut dia, transaksi ini adalah satu bidang yang menjadi satu rutinitas masyarakat.

“Contohnya, transaksi kebutuhan bayi. Mungkin pertama kali kita belanja langsung ke toko karena kita belum tahu ukuran dan kualitas produknya. Namun, setelah rutin transaksi dan sudah tahu kualitasnya, kita lebih memilih beli online karena lebih efisien,” ujar dia.

Lewat contoh tersebut, Kresnayana ingin mengkritik para pelaku usaha memiliki banyak pelanggan namun belum mengenal kebutuhan pelanggannya.

“Jika data pola perilaku konsumsi pelanggan yang melakukan pembelian rutin tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik, kita dapat mengolongkan pelanggan tersebut dan membuat langkah-langkah perencanaan pemasaran strategis pada usaha kita,” terang pajar statistik ITS Surabaya itu.

Kresnayana ingin mengajak para pelaku usaha supaya tidak lagi berpikir pragmatis.  Yang penting laku dan mendapatkan untung semata. Karena di zaman ini, masyarakat atau para pelanggan mulai sadar dan berpikir lebih maju.

“Jika masih berpikir pragmatis tanpa peduli kebutuhan pelanggan, jangan salah jika usaha yang telah jamu sekarang bakal makin menurun di kemudian hari.

“Lewat data-data itu, secara tidak langsung perusahaan dapat mengikat pelanggan. Jika hal ini tidak dapat dimanfaatkan dengan baik, ya siap-siap saja kita bakal ditinggal pelanggan,” tegas Kresnayana. (wh)

Marketing Analysis 2018