Kenali Sejarah Surabaya Lewat Historical Track

Kenali Sejarah Surabaya Lewat Historical Track

Peserta gelaran CommTech Camp Insight 2018 mengunjungi Tugu Pahlawan Surabaya.foto:humas its

Hari keempat gelaran CommTech Camp Insight 2018 oleh Direktorat Hubungan Internasional Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Sabtu (27/1/2018), para peserta diajak lebih mengenal sejarah Kota Surabaya melalui kegiatan Historical Track. Peserta yang berasal dari 20 negara tersebut diajak mengunjungi tiga tempat bersejarah di Surabaya, yaitu Tugu Pahlawan, House of Sampoerna, dan Bank De Javasche.

Sesampai di Tugu Pahlawan, peserta dibagi menjadi dua kelompok di mana masing-masing kelompok dipandu oleh seorang pemandu wisata. Peserta diajak berkeliling dan dijelaskan mengenai sosok yang dijadikan bentuk patung setengah badan yang terpampang di sekeliling lapangan, seperti Soekarno dan Ario Soerjo.

Kemudian, peserta dituntun ke Museum Tugu Pahlawan. Di dalam museum, peserta terlihat antusias mengetahui tentang kejadian di Surabaya pada masa proklamasi, seperti awal pembangunan monumen tugu pahlawan, teks proklamasi, rekaman Bung Tomo, senjata api, pembentukan tentara BKR (Badan Keamanan Rakyat), dan peristiwa-peristiwa penting lainnya.

“Tugu Pahlawan ini merupakan tempat menarik, dari sini saya mendapatkan banyak hal tentang sejarah Surabaya yang belum pernah saya ketahui sebelumnya,” ungkap Paul, mahasiswa asing yang berasal dari Korea Selatan.

Tempat kedua adalah House of Sampoerna, bertempat di daerah Pabean Cantian, Kota Surabaya. Aroma cengkeh dan tembakau pun menyerebak ketika memasuki ruangan museum. Pemandu wisata menjelaskan sejarah dan pendiri tempat ini.

Kenali Sejarah Surabaya Lewat Historical Track
foto:humas its

Di lantai dua, terdapat ruangan khusus pengerjaan rokok dengan linting tangan. Karyawan begitu cepat dalam membungkus tembakau sehingga membuat para peserta yang baru kali pertama melihat terkagum-kagum. Peserta juga terlihat aktif bertanya mengenai produk-produk rokok dan antusias membeli suvenir khas Surabaya yang dijual di House of Sampoerna ini.

Belanjut ke tempat ketiga, yaitu Bank De Javasche. Peserta diajak untuk mengenal dan mengetahui koleksi uang, mesin bank, dan arsitektur bangunan bank pada zaman dahulu. Selain itu, peserta juga diperlihatkan sebuah video mengenai sejarah uang di Indonesia.

“Sebenarnya tujuan dari tour Surabaya ini adalah untuk mengajak para mahasiswa asing ini mengetahui sejarah tempat-tempat di Surabaya, termasuk Tugu Pahlawan sebagai sisi kepahlawanan, House of Sampoerna sebagai sisi perindustrian, Bank De Javasche sebagai sisi perbankan,” jelas Pitra, Ketua CommTech Camp Insight 2018. (wh)