Kemenhub Harus Segera Publikasikan Jalur Trem Surabaya

Kemenhub Harus Segera Publikasikan Jalur Trem Surabaya

Pemerintah Kota Surabaya maupun Kementerian Perhubungan (Kemenhub segera membuka wacana jalur trem Surabaya secepatnya. Ini menyusul rencana PT KAI untuk segera merealisasikan pembangunan jalur trem Surabaya pada awal 2015 mendatang.

Hai itu ditegaskan Pemerhati Lingkungan Sugeng Sigit Martono . Ia menilai langkah Kemenhub tetap menyembunyikan wacana jalur trem justru membuat oknum pejabat yang mengetahui jalur trem akan menjadi spekulan tanah.

“Jalur trem harus segera dipublikasikan tanpa adanya ketakutan permainan harga tanah. Karena itu bisa diedukasi kepada masyatakat. Yang jadi masalah seperti di kasus pembangunan MERR itu jadi permasalahan ketika justru oknum pemerintah yang jadi spekulan tanah,” katanya kepada enciety.co, Senin (1/12/2014).

Menurut Sugeng, dibukanya jalur Trem Surabaya bisa melibatkan masyarakat memberikan input terhadap rencana pembangunan. Terutama pada masyarakat yang terkena dampak, mereka akan berperan aktif menyokong program pemerintah tersebut.

Dengan sosialisasi jalur trem, imbuh Sugeng, ada dua peluang yang diraih. Pertama, masyarakat secara sukarela memberikan input setuju dan tidak terhadap lahan mereka yang terkena dampak.

Kedua, pemerintah melakukan edukasi terutama bagaimana proses pengambil-alihan supaya menutup peluang makelar tanah. “Artinya, proses itu dapat berjalan dua arah,” cetus Sugeng.

Dia menegaskan, adanya sosialisasi jalur trem diharapkan masyarakat agar tidak menjual tanahnya ke orang lain. Nego jual-beli bisa langsung dilakukan antara pemerintah dengan warga tanpa spekulan.

“Contohnya sebenarnya di pembangunan MERR, justru peluang bermainnya itu sudah direncanakan. Yang ironis, yang bermain justru oknum pemerintah. Rasanya ini bisa menjadi pelajaran berharga terkait rencana pembukaan jalur trem,” jabar alumnus ITS tersebut.

Selain itu, Sugeng juga berharap amdal lalu lintas tentang pembangunan trem juga segera digarap. Ini terkait rekayasa lalu lintas hingga pengaturan lalu lintas akan banyak berubah.

“Dengan adanya trem itu dimungkinkan munculnya perlintasan baru antara trem dengan transportasi pribadi. Sehingga akan muncul titik-titik yang akan mengalami delay.  Misalnya, pemberhentian traffic light sebelumnya hanya 10 deting kini harus bertambah.

“Begitu jalur trem dihidupkan pasti perjalanan akan terhambat. Jika buat jembatan layang di sejumlah titik juga tidak dimungkinkan karena biayanya terlalu mahal,” tegasnya. (wh)