Kemenag Biayai Sekolah Hafi Drajat Dermawan, Remaja yang Hidup Sendiri

Kemenag Biayai Sekolah Hafi Drajat Dermawan, Remaja yang Hidup Sendiri

Ketua BPZ Kemenag Lamongan Suyitno, Kepala Kemenag Lamongan Sholeh AZ, , Hafi Drajat, dan Kasi Pendma Kemenag Lamongan Abdul Ghofur.foto:roudlon

Masih ingat Hafi Drajat Dermawan? Remaja yang hidup sendiri ditinggal kedua orang tuanya. Setelah diberitakan enciety.co, 6 Agustus 2018 lalu, banyak simpati berdatangan kepada siswa MAN 1 Lamongan itu. Yang terakhir, Kemenag Kabupaten Lamongan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada siswa kelas XII tersebut.

Penyerahan bantuan diberikan Kepala Kemenag RI Kabupaten Lamongan Sholeh AZ kepada Hafi Drajat dalam upacara Peringatan HUT RI ke-73 Kemerdekaan RI di halaman Kantor Kemenag Lamongan, Jumat (17/8/2018).

“Terus terang, setelah baca berita kehidupan Hafi (Hafi Drajat Dermawan, Red), saya trenyuh. Saya langsung mengumpulkan para kasie. Kita sepakat memberi bantuan kepadanya,” ungkap Sholeh AZ.

Untuk diketahui, Hafi Drajat mengalami nasib nahas. Di usiany yang masih belia, dia hidup sendiri. Bapaknya meninggal dalam insiden kecelakaan. Disusul ibunya meninggal setelah menderita sakit. Sanak dan sudarana juga tidak ada. Namun begitu, semangat Hafi untuk sekolah tetap tinggi. Meski sering kali tidak bisa makan karena tidak punya uang.

Sholeh menambahkan, sebelum memberi bantuan, pihaknya melakukan cross check atas kebenaran berita tersebut. Dan ternyata memang benar.

Diakui, bantuan yang diberikan tidak banyak. “Tapi paling tidak bisa bermanfaat bagi Hafi. Karena dia tidak kepikiran biaya SPP selama setahun, sehingga bisa konsentrasi belajar,” tegasnya.

Bagi Sholeh, tidak ada yang menghendaki bernasib seperti Hafi, termasuk Hafi sendiri. Dirinya tidak bisa membayangkan Hafi menjalahi hidup seorang diri.

“Insya Allah, bantuan yang kami berikan tidak hanya berhenti di sini. Kami akan terus memantau. Bila ada rezeki, maka tidak menutup kemungkinan sampai ke perguruan tinggi. Biar dia (Hafi, Red) juga bisa kuliah,” tandas Sholeh.

Kasie Pendma Kemenag Kabupaten Lamongan H Abdul Ghofur menambahkan, Kemenag punya beberapa program yang bisa diarahkan membantu anak-anak seperti Hafi, seperti program zakat dan beasiswa.

“Mudah-mudahan apa yang dilakukan dan diberikan Kemenag benar-benar bermanfaat,” kata Abdul Ghofur.

Ketua BPZ Kemenag Kabupaten Lamongan Suyitno berharap Hafi sudah tidak memikirkan lagi biaya sekolah, sehingga bisa konsentrasi belajar. “Kami juga punya rencana memberikan modal usaha bagi dia (Hafi,Red), sehingga ada hal produktif untuk membiayai kebutuhan sehari-harinya,” ucap dia.

Saat penyerahan bantuan, para pegawai Kemenag Lamongan silih berganti mendatangi Hafi untuk memberi uang. Bahkan, ada yang menangis terseduh-seduh karena merasa kasihan melihat nasibnya dan bersedia menjadi ibu angkatnya. Tapi, Hafi tidak mau jadi anak angkat karena harus meninggalkan rumah.

“Saya nggak tega membiarkan rumah peninggalan orang tua tidak ada yang merawatnya,” dalih Hafi.

Sebelum Kemenag, masyarakat yang simpati juga sudah banyak. Mereka berdatangan menemui Hafi di sekolah untuk memberi bantuan. Pihak pertama yang memberikan bantuan adalah dari Lembaga Bimbingan Belajar Airlangga.  Mereka memberikan uang biaya pendidikan Hafi juga memberikan uang saku untuk kebutuhan makan sehari-hari bagi Hafi.

“Ada juga yang datang dan ingin menjadi bapak asuh Hafi. Mereka kasihan melihat nasib Hafi,” kata Kepala MAN 1 Lamongan Akhmad Najikh. Para guru MAN 1 Lamongan juga tidak kalah. Mereka peduli dan memberikan bantuan secara diam-diam.

Kabar soal Hafi sampai ke Universitas Brawijaya Malang. Mereka meminta data diri Hafi dan siap menfasilitasi agar Hafi bisa kuliah di Universitas Brawijaya setelah lulus dari madrasah.(roudlon/wh)

Marketing Analysis 2018