Kembangkan Senyawa Antikanker, Fahimah Martak Dikukuhkan Guru Besar ITS

Kembangkan Senyawa Antikanker, Fahimah Martak Dikukuhkan Guru Besar ITS

Prof Dr Fahimah Martak.foto:humas its

Kembali Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya akan mengukuhkan Guru Besar, Selasa (15/5/2018), di Graha Sepuluh Nopember ITS Surabaya. Gelar ini akan diberikan kepada Prof Dr Fahimah Martak yang berhasil mendapatkan gelar profesornya dalam bidang senyawa kompleks. Pengukuhan ini juga, akan menambah jumlah Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember menjadi 94 orang.

Penelitian bertema Sintesis Senyawa Kompleks: Aplikasi pada Material Magnetik dan Senyawa Antikanker, berhasil mengantarkannya untuk mendapatkan gelar Guru Besar pada 15 Mei mendatang. Material Cerdas yang dimaksud adalah, material yang mampu mengubah sifat kemagnetan akibat perubahan dari temperatur, tekanan, dan cahaya.  “Keunikan dari sifat material tersebut digunakan sebagai bahan dasar pembuatan alat sensor dan memori komputer,” tutur Fahimah, Jumat (11/5/2018).

Bentuk pengaplikasian senyawa kompleks ini, dapat diterapkan pada teknologi memori komputer. Biasanya jika komputer normal tiba-tiba mati saat penggunaan maka, data yang tersimpan akan hilang. Sedangkan dengan senyawa kompleks yang diterapkan dalam sistem memori, dapat menyimpan data secara otomatis lebih lama, walau komputer dalam keadaan mati mendadak. “Hal ini terjadi dikarenakan, akibat perubahan sifat magnetik dari material senyawa kompleks yang telah saya kembangkan,” jelas wanita yang juga mengajar di Departemen Kimia ITS ini.

Penelitian Guru Besar baru ITS ini tidak hanya bisa diterapkan dalam bidang teknologi, tapi juga dapat diterapkan dalam bidang farmasi yaitu dalam bentuk senyawa antikanker. “Sejauh ini saya sudah melakukan penelitian dan kerja sama juga dengan pihak Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, untuk penerapan senyawa kompleks di bidang pengobatan,” pungkasnya.

Penelitian yang telah dilakukannya sejak jenjang S2 ini sudah menempuh proses panjang. Dimulai sejak tahun 1994 hingga sekarang, kini penelitian tersebut dapat menghantarkannya menjadi Guru Besar ITS. “Penelitian ini masih ingin saya kembangkan lebih lanjut, saya tidak ingin berhenti sampai di sini saja. Agar implementasinya nanti di bidang teknologi dan farmasi dapat dirasakan secara langsung,”  katanya lagi.

Dosen Departemen Kimia ini, juga sudah melakukan penelitiannya hingga ke University of Groningen Netherland guna mendapatkan hasil yang maksimal. Memiliki target untuk memberikan sumbangsih yang lebih atas hasil penelitiannya, harapan wanita asli Surabaya ini ingin penelitiannya  bisa bermanfaat untuk almamaternya ITS, serta untuk memajukan bangsa.

“Jika diterapkan pada teknologi lebih lanjut, senyawa kompleks ini bisa diterapkan juga pada teknologi smart house yang ada saat ini. Seperti sensor pada peralatan-peralatan elektronik rumah,” ujarnya.

Rencananya perempuan yang pernah menjabat sebagai Majelis Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi pada 2012-2016 ini, akan dikukuhkan langsung oleh Prof Ir Joni Hermana MSc PhD selaku Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Pada acara itu juga akan dihadiri tamu undangan dari berbagai kampus di Indonesia yang bekerja sama dengan ITS, serta kolega-kolega Prof Fahimah yang tersebar di universitas yang ada di Indonesia untuk turut memberikan apresiasi kepada Fahimah atas capaiannya. (wh)