Kebakaran di Surabaya Turun 50 Persen

Kebakaran di Surabaya Turun 50 Persen

Kepala Dinas Kebakaran Candra Oratmangun (dua dari kiri) memberikan keterangan pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Selasa (24/1/2017). foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Jumlah kebakaran di Surabaya mengalami penurunan hingga 50 persen dalam 2 tahun ini. Tercatat di tahun 2015 ada 608 kasus kebakaran dan di tahun 2016 ada 300 kasus. Tahun 2015, kebakaran bangunan 142 kasus (27 persen) dan non bangunan 466 kasus (73 persen) dengan total 608 kasus. Tahun 2016, kebakaran bangunan ada 154 kasus (51 persen), dan non bangunan 146 kasus (49 persen) dengan total 300 kasus.

Kepala Dinas Kebakaran Kota Surabaya Candra Oratmangun mengatakan, penurunan kejadian kebakaran disebabkan dua faktor, yaitu karena cuaca di Surabaya yang kini sering diguyur hujan dan banyaknya masyarakat yang menjadi satuan relawan kebakaran (satlakar) mendapatkan pelatihan penanggulangan kebakaran.

“Untuk tahun 2017 sendiri dari awal tahun terjadi 17 kasus kebakaran. Diharapkan terus turun, dengan adanya jumlah satlakar yang mendapatkan pelatihan terus meningkat. Tahun 2015, ada 240 satlakar dan 2016 ada 280 satlakar yang kini paham untuk penanggulangan api,” kata Candra kepada wartawan di ruang humas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Selasa (24/1/2017).

Selain itu, tugas PMK kota Surabaya tidak hanya menanggulangi kebakaran saja. Menurut Candra, dengan adanya command center, petugas pemadam kebakaran Surabaya  juga banyak menangani kasus lain seperti menolong kucing dan membantu tugas kesatuan lain.

“Meski kabar hoax kami terus berusaha berikan pelayanan kepada masyarakat. Kami sudah pengalaman dengan laporan palsu yang kami beri nama ayu ting ting (alamat palsu). Kami juga pernah evakuasi sapi dan truk trailer yang mengalami kecelakaan,” ujarnya lalu tersenyum.

Dengan respond time, waktu dinas kebakaran menerima berita kebakaran pada sandart nasional 15 menit. Candra mengaku pihaknya di tahun 2015 lalu mencapai 99 persen dibawah 15 menit. Tahun 2016 kami mencapai 100 persen.

“Kami sekarang respond time dibawah 10 menit yang mencapai 82 persen krena pos sudah banyak. Di Surabaya ada 20 pos pemadam, 5 UPTD dan 15 pos pembantu dan 1 pos tambahan di Balai Pemuda. Karena disekitar Balai Pemuda objek vital,” terusnya.

Kabid Ops Dinas Kebakaran Kota Surabaya Bambang Vistadi mengatakan, pada Januari ada 17 kejadian paling banyak karena kasus arus pendek. Selain itu, pemadaman sedikit terhambat karena ada beberapa kendala. Seperti adanya portal dan gapura karena menghalangi mobil damkar masuk. “Kedua, warga yang banyak menonton sehingga mobil tidak cepat masuk untuk pembasahan. Jangan nonton lah karena menghambat,” kata Bambang.

Menurutnya, di kota Surabaya sendiri memiliki 300 sumur yang aktif. Yang pasif ada juga dan beberapa peninggalan Belanda. Di tahun ini tambah 11 sumur dari usulan musrenbang. (wh)

Marketing Analysis 2018