Karya Wainka Diminati Pengusaha Travel Ternama

Karya Wainka Diminati Pengusaha Travel Ternama

Wiant Dalilla Azka dengan produk buatannya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Tak banyak anak muda yang mendapat kesempatan emas dalam berusaha. Satu di antaranya Wiant Dalilla Azka. Perempuan pelaku usaha anggota Pejuang Muda Surabaya ini, sangat beruntung mendapat beasiswa dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk sekolah di Lembaga Pengajaran Tata Busana (LPTB) Susan Budihardjo Surabaya.

Perempuan kelahiran Februari 1993 itu, memulai merintis usaha sejak tahun 2016. Dia memiliki ketrampilan menjahit setelah diajari ibunya, Wiwin Inda (54).

“Saya mulanya iseng saja. Menjahit sambil nunggu wisuda dan panggilan kerja. Saya beli kain lalu saya jahit. Setelah jadi produknya saya pajang di Facebook dan tawarkan teman-teman kampus. Harganya Rp 100 ribuan. Eh, alhamdulillah banyak yang suka,” cerita Wiant Dalilla Azka, ditemui enciety.co di Perumahan Pondok Maritim Indah, Surabaya, Kamis (24/1/2019).

Juli 2016, Wiant diterima menjadi pegawai di Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) di Wiyung. Namun tidak lama. Wiant memutuskan melanjutkan hobi menjahitnya dan merintis usaha, Desember 2016.

“Setahun kemudian saya gabung Pejuang Muda Surabaya. Yang mengajak teman di komunitas rajut Facebook. Pelatihannya di Kaza City Mall.,” cerita alumnus Jurusan Ilmu Sejarah, Universitas Airlangga 2016, itu.

Di Pejuang Muda Surabaya, Wiant mengaku senang lantaran mendapat banyak ilmu dan teman. “Di Pejuang Muda saya banyak dibantu ilmu dan kiat untuk jadi pelaku usaha. Pelatihannya pun juga gratis,” cetus Wiant, lantas tersenyum.

Beberapa bulan bergabung Pejuang Muda, karir Wiant makin bersinar. Akhir 2017, dia bersama dua orang anggota Pejuang Muda, terpilih mendapat beasiswa untuk magang dan belajar di LPTB Susan Budihardjo.

Para mentor memilih Wiant lantaran mendapat nilai menjahit terbaik. “Awal dikabari saya tidak menyangka bisa dapat beasiswa. Selama ikut pelatihan, nilai jahit di atas rata-rata. Ternyata itu yang buat saya terpilih,” terangnya.

Ketrampilan Wian makin terasah. Setelah belajar LPTB Susan Budihardjo di beasiswa, karya dia yang dilabeli Wainka, memikat hati banyak kalangan. Salah satunya, karya dia digunakan Finalis Program Pencarian Bakat Dangdut Akademi Indosiar 2018.

“Saya terkejut dikabari pihak LPTB Susan Budihardjo. Katanya baju karya saya terpilih dan dipakai di Dangdut Akademi Indosiar. Waktu itu, saya disuruh ngirim karya saya itu ke Jakarta,” ungkap dia, bangga.

Akhir 2018, Wiant ikut pameran busana di Pakuwon City Mall Surabaya. Waktu itu, salah satu busana karya Wiant juga dibeli pengusaha travel ternama di Surabaya.

“Saya gak tahu kalau dia pengusaha. Setelah beliau fitting baju, Kok ya langsung dibeli. Saya senang. Saua jual baju itu Rp 3,5 juta,” ujar Wiant lantas tersenyum.

Kini, untuk produksi, Wiant dibantu dua orang pegawai. Untuk satu produk baju buatannya dibandrol Rp 2,5 juta sampai Rp 1,5 juta. Wiant aktif menawarkan produk di media sosial dan marketplace.

“Untuk offline, saya titip di sentra-sentra UKM milik Pemerintah Kota Surabaya. Namun untuk penjualan hampir 70 persen dari online. Alhamdulillah,” terang Wiant.

Saat ditanya omzet per bulan, wajah Wiant berubah memerah. Dengan nada lemah ia menjawab Rp 6-7 juta per bulan. “Masih belum banyak. Tapi cukup buat beli bahan dan mbayari pegawai,” pungkasnya. (wh)

Marketing Analysis 2018