Karya Hanum Gularso Dipamerkan di Grand City

Karya Hanum Gularso Dipamerkan di Grand City

Peragaan busana menyambut Hari Kartini di Grand City Mall, Kamis (20/4/2017).

Sambut Hari Kartini, perhelatan peragaan busana digelar di Grand City Mall Surabaya, Kamis (20/4/2017). Dalam acara yang berbalut Festival Kartini : Perempuan, Canting dan Secangkir Kopi tersebut, tersaji 14 baju tradisional yang ditampilkan karya Hanum Gularso seorang desainer dari Jakarta.

“Ada 14 busana tradisonal yang saya tampilkan, yaitu 2 busana untuk kaum pria dan 12 koleksi busana untuk para wanita,” kata Hanum Gularso kepada wartawan di sela acara.

Dalam peragaan busana ini, ke-14 koleksi busana yang ditampilkan baik busana kasual maupun formal yang terbuat dari katun dan sutra tersebut, lebih menonjolkan warna-warna yang dominan cerah. Mulai dari warna merah, warna biru dan warna hitam serta warna putih.

Menurutnya, untuk mendapatkan warna cerah tersebut, dirinnya menggunakan batik dari pulau garam Madura. Juga dikolaborasikan dengan tenun dari Garut Jawa Barat, dan tenun Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menuturkan, warna cerah sendiri berarti melambangkan perempuan yang berani, tegas, dan “ini loh aku”.

“Semua bahan dan warna cerah itu sebenarnya untuk merefleksikan peringatan Hari Kartini 2017 ini. Saya sengaja memilih kain-kain tradisional itu karena semuanya, mayoritas dibuat dengan tangan perempuan-perempuan Indonesia dengan cara tradisional. Apalagi saya juga keturunan dari Madura,” urainya.

Ditambahkannya, dalam tren busana kali ini, batik yang dipergunakan adalah batik celup. Padahal dengan memilih batik celup, masyarakat dapat menilai lebiuh dari hasil batik yang dihasilkan tersebut.

“Biasanya asal mirip batik tulis dan harganya murah langsung dibeli oleh masyarakat. Padahal batik celup tersebut lebih sulit prosesnya. Jadi hargailah para pembatik yang menjaga warisan leluhur ini,” ujarnya. (wh)