Kunjungan Kapal Pesiar Ke Surabaya Meningkat

Kunjungan Kapal Pesiar Ke Surabaya Meningkat 2 Kali Lipat
Para wisatawan mancanegara kapal pesiar Volendam bersiap bertolak dari Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Sabtu (18/1/2014)

 

Ribuan wisatawan cruise atau kapal pesiar berbendera Belanda, MV Volendam singgah ke Surabaya, Sabtu (18/1/2014). Bersandar di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, kapal yang memiliki panjang (LOA) 240 meter dan berat 61.214 GT itu mengangkut sejumlah 1.352 penumpang. Volendam menjadi kapal pesiar pertama yang sandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya di tahun 2014.

Menurut Kepala Humas PT Pelindo III Edi Priyanto, hingga Maret 2014, tercatat 10 kapal pesiar akan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Itu tak termasuk Volendam yang tak jauh-jauh hari menghubungi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) III. “Dibandingkan tahun 2013, jumlah kunjungan cruise tersebut meningkat lebih dari 100 persen dari hanya 4 ship call saja,” tandasnya.

Sementara pada tahun 2011, jumlah kunjungan cruise pada pelabuhan-pelabuhan di bawah Pelindo III terdapat 76 kapal dan tahun 2012 naik menjadi 92 kapal. “Tahun 2013 ini tercatat setidaknya terdapat 116 unit kapal pesiar atau terjadi peningkatan sebesar 26% dibandingkan tahun 2012 lalu,” ungkap Edi. Namun, pelabuhan yang paling rajin disambangi kapal pesiar mewah adalah pelabuhan Benoa di pulau Dewata, Bali. Selanjutnya, favorit wisatawan ialah Pelabuhan Lembar di Lombok dan Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang.

Kepala Syahbandar Pelabuhan, Saifullah mengungkapkan, pada awalnya kapal ini direncanakan sandar pukul 06.00. “Tapi pagi tadi kesulitan sandar karena air surut. Pukul 07.00 baru merapat,” katanya. Volendam dijadwalkan hanya mengunjungi Surabaya selama setengah hari saja. Karena pada hari yang sama, pukul 13.00 WIB akan melanjutkan perjalanan ke Singapura. Sebelumnya, para wisatawan tersebut ke Probolinggo untuk mengunjungi gunung Bromo.

Meski hanya mampir kurang lebih selama 6 jam, Dinas Pariwisata (Disparta) Surabaya tak ingin menyia-nyiakan kunjungan itu. Bekerja sama dengan Dekranasda, Disparta menggelar pameran kerajinan dan gelaran budaya di terminal penumpang Dermaga Jamrud Utara. Kepala Bidang Obyek dan Promosi Wisata, Ida Widayati mengatakan, pihaknya berupaya memperkenalkan budaya Jatim, berbagai kerajinan serta makanan khas Surabaya. “Kami menggandeng 15 UMKM di bawah naungan Dekranasda. Sementara untuk rute paket perjalanan wisatanya kami hanya sebatas memberikan saran kepada pihak agen wisata cruise-nya,” ujarnya. Selama 5 tahun terakhir, rute favorit para agen kapal pesiar itu antara lain Balai Kota, Monumen Kapal Selam, Jalan Kayun, Patung Joko Dolog, dan House of Sampoerna.

Ida juga mengamini pernyataan mengenai peningkatan jumlah wisatawan kapal pesiar ke Kota Pahlawan. Selain dari sisi jumlah kapal dan wisatawan yang diangkut, banyak dari mereka yang berminat menikmati paket tur keliling kota. “Pelancong Volendam ini banyak yang antusias turun kapal. Ada 6 bus wisatawan, sekitar 200 orang. Tahun lalu paling banter hanya 2 bus saja,” tuturnya. Itu belum termasuk wisatawan yang cukup berpuas diri berbelanja oleh-oleh di pameran. Lima belas stand ramai pembeli.

Perempuan berkerudung itu berharap, agen wisata mau bekerja sama dengan Disparta untuk rute paket keliling kota yang baru. “Potensi obyek wisata Surabaya kan banyak yang menarik dan siap untuk dikunjungi. Misalnya saja kawasan Ampel, kawasan Pecinan dengan beberapa rumah abunya,” tukasnya.