Kanada Jajaki Kerjasama Pengembangan Ilmu Aktuaria dengan ITS

Kanada Jajaki Kerjasama Pengembangan Ilmu Aktuaria dengan ITS

Duta Besar Kanada untuk Indonesia H E Peter MacArthur bertemu Rektor ITS Prof Joni Hermana, Kamis (3/5/2018). foto: humas its

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Kamis (3/5/2018), menerima kunjungan dari delegasi Kedutaan Besar Kanada yang dipimpin Duta Besar Kanada untuk Indonesia H E Peter MacArthur. Kehadiran delegasi ini guna membahas perkembangan kerjasama antara ITS dengan beberapa universitas di Kanada, utamanya terkait pengembangan jurusan aktuaria di Indonesia.

Seperti diketahui, mulai tahun ini ITS telah membuka Departemen Sains Aktuaria yang telah diinisiasi oleh dua departemen yang ada sebelumnya, yakni Matematika dan Statistika. Untuk pendirian departemen Sains Aktuaria ini, ITS juga telah menjalin kerjasama dengan University of Waterloo, Kanada. Pemerintah Kanada sendiri selama ini dikenal sangat concern terhadap pengembangan ilmu aktuaria.

Rektor ITS Prof Joni Hermana mengatakan, departemen Sains Aktuaria ini sangat prospek di masa depan. “Saya berharap ada kerjasama lain dengan universitas-universitas di Kanada dengan ITS untuk pengembangan ilmu akturia ini lebih jauh lagi,” tutur guru besar Teknik Lingkungan ini.

Menanggapi hal tersebut, H E Peter MacArthur mengungkapkan rasa senangnya untuk bisa bekerja sama dengan ITS. “Kami sangat senang bisa memfasilitasi program ini, karena pada dasarnya Kanada dan Indonesia sejak lama sudah banyak melakukan kerja sama di bidang lain,” ujarnya sambil menunjukkan video tentang perjalanan kerja sama antara Indonesia dan Kanada selama ini.

Saat diungkapkan masih minimnya kerjasama yang ada antara ITS dengan universitas di Kanada, Dubes Kanada ini berjanji akan membantu mengupayakan peningkatan kerjasama dengan universitas-universitas yang ada di Kanada. “Ke depannya pengembangan kerjasama akan terus kami (Pemerintah Kanada, red) tingkatkan mulai dari kerjasama penelitian, training, maupun pemberian beasiswa,” bebernya.

Namun, imbuhnya, tentu saja nantinya akan ada peningkatan dalam seluruh aspek yang berkaitan dengan ilmu aktuaria, dan tidak menutup kemungkinan adanya kerjasama program studi master degree di University of Wasterloo.

Sementara itu, Dr rer pol Heri Kuswanto Msi SSi, Ketua Departemen Pascasarjana Statistika menjelaskan, aktuaria merupakan ilmu yang mempelajari pengelolaan risiko keuangan di masa mendatang. Namun, hampir 90 persen aktuaris yang bekerja di Indonesia saat ini masih merupakan tenaga ahli dari luar Indonesia. Karena itu, Presiden RI Joko Widodo menginstruksikan perguruan tinggi di Indonesia untuk mendirikan program studi aktuaria.

“Ada delapan perguruan tinggi yang ditunjuk untuk mendirikan aktuaria ini di antaranya ITB, UI, IPB, UM, ITS, Universitas Pelita Harapan (UPH), dan Universitas Prasetiya Mulya,” terangnya.