Kaltim Post Jajaki Kerja Sama dengan Enciety

Kaltim Post Jajaki Kerja Sama dengan Enciety

Risky Prasetyo, Agus Wahyudi, Adi Sucipto, Fajar Haribowo, Rizky Rizkyawandi, dan Unung Istopo Hartanto usai berdiskusi di Kantor EBC, Senin (26/3/2018).foto:teguh andoria/ebc

Kaltim Post, koran terbesar di Kalimantan Timur, menjajaki kerja sama riset dengan Enciety Business Consult (EBC). Ini setelah tiga orang tim riset Kaltim Post mengunjungi kantor EBC di Jalan Manyar Tirtoyoso Surabaya, Senin (26/3/2018).

Ketiga orang tim riset Kaltim Post tersebut adalah Rizky Rizkyawandi (Koordinator Divisi Riset), Adi Sucipto (Divisi Riset) dan Risky Prasetyo (Monitoring Data Riset Eksternal).

Mereka ditemui Manager Riset EBC Fajar Haribowo, Manager Data Mining Unung Istopo Hartanto, dan Pemimpin Redaksi Enciety.co Agus Wahyudi.

“Banyak potensi yang bisa digali di Kalimantan Timur. Makanya, kami berharap nantinya bisa bekerja sama dengan Enciety,” ujarnya Rizky Rizkyawandi.

Rizky mengaku sengaja datang bersama dua stafnya ke Surabaya untuk melihat dari dekat aktivitas di lembaga konsultan bisnis terkemuka di Indonesia ini. Sebelumnya, mereka telah melakukan studi banding ke Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Kompas.

Dalam pertemuan yang berlangsung tiga jam itu, tim Kaltim Post mendapat penjelasan seputar dunia riset. Di antaranya project-project  apa saja yang dikerjakan EBC seperti strategic consulting, market reasech, internet merketing, brand development, business facility, building brand and reinforcing Sales, Customer Satisfaction,  dan masih banyak lagi.

Fajar Haribowo, Manager Riset EBC menjelaskan, coverage area riset EBC hampir di seluruh wilayah Indonesia, dari Aceh hingga Papua. “Kami memiliki banyak kontributor di seluruh area tersebut. Kami juga mengelola data melalui web monitoring untuk melihat perkembangan dan capaian di berbagai area yang kami riset,” jelas alumnus statistik ITS ini.

Untuk Surabaya, sebut Fajar, saat ini ada dua perhatian yang menjadi fokus riset EBC. Pertama, terkait kepuasan warga kota (citizen satisfaction). “Kebetulan Surabaya menjadi kota yang menarik perhatian, baik di level nasional maupun international. Dinamika Kota Surabaya ini kami ikuti dan bandingan dengan kota-kota lain di Indonesia,” terang dia.

Kaltim Post Jajaki Kerja Sama dengan Enciety
foto: anies/ebc

Kedua, sambung dia,  EBC juga melihat perkembangan properti di Surabaya. Sejauh ini, pergerakan properti di Kota Pahlawan dinilai sangat pesat.yang mutahir, Surabaya menempati rangking pertama terkait prosentase kenaikan harga properti. “Kami melakukan pantauan terhadap daya beli, perkembangan infrastruktur, harga tanah, dan lain sebagainya,” terang pria kalem ini.

Di sisi lain, Unung Istopo Hartanto menjelaskan, EBC telah beberapa kali melakukan riset terhadap perkembangan media mainstream di Indonesia. Riset tersebut ditujukan untuk melihat perkembangan pasar, positioning, segmentasi dan lain sebagainya.

“Yang mutakhir tentu melihat perkembangan pola konsumsi masyarakat berdasarkan tiga generasi yang hidup bersama. Generasi analog (generasi radio, koran dan televisi), generasi digital immigrant (generasi yang masih membaca koran, pakai jam tangan namun juga mengakses media sosial), dan generasi digital native (game, internet, sosial media online, youtube dan lain sebagainya),” kupas pria berkacamata ini.

Unung juga mengatakan, Kalimantan Timur memiliki potensi pasar yang sangat besar. Masih banyak masyarakat di sana yang sangat membutuhkan informasi. “Ekspektasi konsumen media tersebut layak dipantau,” cetusnya.

Sementara itu, Agus Wahyudi menegaskan, tantangan media cetak di era digital saat ini sangat berat. Ini karena kecepatan informasi dan booming berita di media sosial tidak bisa dibendung.

“Karenanya, dibutuhkan lompatan besar bagi media cetak. Caranya bisa dengan mengembangkan precision journalism, indepth news, dan penyajian feature yang bisa merangsang konsumen untuk membeli karena tidak ditemukan di media sosial,” cetusnya.

Kata dia, media cetak sejatinya masih punya keunggulan. Di antaranya memiliki waktu yang lama untuk menggali data dan keterangan dari narasumbernya.

“Tingkat kepercayaan pada media cetak juga jauh lebih tinggi ketimbang berita di media sosial. Hanya saja, dibutuhkan effort lebih besar dalam menyajikan laporan yang mendalam dan berbasis data yang akurat,” terang mantan Pimred Radar Surabaya, itu.

Mendapat menjelasan itu, Rizky Rizkyawandi mengaku senang dab berterima kasih. “Kami akan mencoba mengaplikasikan apa yang yang dilakukan oleh Enciety di Kaltim Post,” katanya.

Menurut Rizky, potensi yang ada di wilayah Kalimantan Timur sangat besar. Kaltim memiliki sumber daya alam yang melimpah. Banyak sektor yang bisa dipantau untuk dijadikan data yang layak dipublikasikan, semisal di sektor perkebunan dan tambang. (wh)