Juni 2018, Inflasi Jatim Capai 0,42 Persen

Juni 2018, Inflasi Jatim Capai 0,42 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Teguh Pramono

Jawa Timur menjadi provinsi yang paling rendah dalam hal inflasi di kota-kota besar se-Pulau Jawa pada Juni 2018. Hal tersebut ditegaskan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Teguh Pramono di kantornya, Senin (2/7/2018).

Dijelaskan, ditingkat nasional pun tingkat inflasi di Jawa Timur juga lebih rendah dari dibanding inflasi Nasional. Tingkat Inflasi di Jawa Timur 0,42 persen sedang untuk nasional 0,59 persen.

Terkendalinya inflasi Jawa Timur pada Juni 2018 karena kerja keras pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang berhasil menekan harga bahan pokok selama Puasa-Lebaran.

“Inflasi Juni 2018 lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2017, dimana pada bulan Juni 2017 mengalami inflasi sebesar 0,49 persen,” ujarnya.

Apabila dilihat tren musiman setiap bulan Juni selama sepuluh tahun terakhir (2009-2018) seluruhnya mengalami inflasi. Hal ini disebabkan karena di bulan Juni bertepatan dengan bulan Ramadhan ataupun Idul Fitri, sehingga harga-harga cenderung mengalami kenaikan. Bulan Juni 2010 merupakan inflasi tertinggi yaitu sebesar 0,92 persen. Sedangkan inflasi terendah pada bulan Juni 2009 sebesar 0,32 persen.

Penghitungan angka inflasi di 8 kota IHK di Jawa Timur selama Juni 2018, seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep yaitu mencapai 0,84 persen, diikuti Jember sebesar 0,74 persen, Madiun dan Probolinggo sebesar 0,73 persen, Banyuwangi sebesar 0,50 persen, Kediri sebesar 0,43 persen, Surabaya sebesar 0,38 persen, dan Malang sebesar 0,25 persen.

Jika dibandingkan tingkat inflasi kalender (Januari – Juni) 2018 di 8 kota IHK Jawa Timur menunjukkan bahwa sampai dengan bulan Juni 2018 Malang merupakan kota dengan inflasi tahun kalender tertinggi yaitu mencapai 1,43 persen, sedangkan kota yang mengalami inflasi kalender terendah adalah Kediri dengan tingkat inflasi sebesar 0,47 persen.

Pada Juni 2018 dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok mengalami inflasi, dan satu kelompok mengalami deflasi. Kelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 1,13 persen, sedangkan kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok Sandang sebesar 0,06 persen.

Komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Jawa Timur bulan Juni 2018 ialah naiknya harga daging ayam ras, angkutan udara, dan angkutan antar kota. Sedangkan komoditas yang memberikan andil terbesar deflasi telur ayam ras, emas perhiasan, dan beras. Laju inflasi tahun kalender Jawa Timur di bulan Juni 2018 mencapai 1,61 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juni 2018 terhadap Juni 2017) mencapai 2,67 persen. Pada Juni 2018 kelompok inti mengalami inflasi sebesar 0,17persen, komponen yang diatur pemerintah mengalami inflasi 0,83 persen, sedangkan komponen bergejolak mengalami inflasi sebesar 0,85 persen. (wh)

Marketing Analysis 2018