Jumlah Wisman ke Jatim via Juanda naik 22,80 Persen

Jumlah Wisman ke Jatim via Juanda naik 22,80 Persen

Pariwisata di Jatim makin jadi perhatian bagi wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal. Hal ini dibuktikan lewat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Jawa Timur melalui pintu masuk Juanda pada Maret 2019 naik sebesar 22,80 persen dibandingkan bulan Februari, yaitu dari 17.561 kunjungan menjadi 21.565 kunjungan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik (IPDS) BPS Jatim, Thomas Wunang Tjahjo, Kamis (2/4/2019).

Sementara itu, untuk jumlah kunjungan Wisman Maret 2019 turun sebesar 18,29 persen dibandingkan jumlah wisman periode yang sama tahun 2018 yang mencapai 26.391 kunjungan.

Perkembangan kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Jawa Timur dalam kurun waktu tiga tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan.

“Hal tersebut salah satunya disebabkan perhatian dan upaya dari pemerintah daerah dengan memunculkan objek wisata baru yang menarik untuk dikunjungi di Jawa Timur, selain gencarnya promosi pariwisata baik tempat, sarana akomodasi, maupun event-event yang dilakukan oleh dinas instansi terkait yang semakin banyak,” terang dia menambahkan.

Dia menambahkan, jika pihaknya juga mencatat, bahwa Wisman terbanyak berkebangsaan Malaysia yang mencapai 7.538 kunjungan atau naik 26,63 persen, diikuti kebangsaan Singapura dengan 2.437 kunjungan atau naik 21,18 persen dan kebangsaan Tiongkok sebanyak 1.876 kunjungan atau naik sebesar 5,93 persen dibandingkan Februari 2019.

Ada sepuluh negara asal Wisman terbanyak yang mendominasi kunjungan ke Provinsi Jawa Timur pada Maret 2019, yaitu dari Malaysia, Singapura, Tiongkok, Taiwan, Amerika Serikat, Jepang, Thailand, India, Hongkong dan Jerman. Wisatawan mancanegara dari 10 (sepuluh) negara tersebut mencakup 70,03 persen dari total kedatangan wisman ke Jawa Timur pada Maret 2019.

“Dari 10 (sepuluh) negara tersebut, Wisman berkebangsaan Malaysia menempati posisi tertinggi, yaitu dengan kontribusi sebesar 34,95 persen, diikuti Singapura di posisi kedua dan Tiongkok di posisi ketiga berturut-turut mencapai 11,30 persen dan 8,70 persen,” ujarnya.

Sementara itu, untuk tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jawa Timur pada bulan Maret 2019 mencapai 53,47 persen atau naik 0,82 poin dibandingkan bulan sebelumnya. TPK hotel bintang 4 (empat) sebesar 59,67 persen merupakan TPK tertinggi dibandingkan TPK hotel berbintang lainnya.

Rata-Rata Lama Menginap Tamu (RLMT) Asing pada hotel berbintang bulan Maret 2019 mencapai 3,09 atau turun 0,01 poin dibandingkan bulan Februari 2019 yang mencapai 3,10 hari. Untuk RLMT keseluruhan pada bulan Maret 2019 sebesar 1,77 hari atau turun 0,06 poin jika dibandingkan dengan bulan Februari yang mencapai 1,83 hari.(wh)