Jualan Nasi Bakar AIA, Perempuan Ini Raih Penghargaan Culinary Business

Jualan Nasi Bakar AIA, Perempuan Ini Raih Penghargaan Culinary Business

Sri Wanguwati memamerkan produk buatannya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Tak sia-sia keberanian Sri Wanguwati memutuskan alih profesi. Perempuan pemilik AIA Catering itu, akhirnya bisa menemukan pintu rezeki dengan berwiraswasta. Jutaan rupiah diraup dari usaha dan kerja keras. Puncaknya, ia dinobatkan sebagai Juara 1 Kategori Culinary Business Awarding Pahlawan Ekonomi Surabaya & Pejuang Muda Surabaya 2018.

Sri sebelumnya sebagai pegawai di perusahaan swasta. Dia pernah satu perusahaan dengan Arief Sufiyanto (owner Segosoge). Pada tahun 2014, Sri memutuskan resign karena ingin fokus mendidik dan membesarkan anak-anaknya.

“Saya merasa tidak muda lagi. Saya ingin punya usaha sendiri di rumah, sambil ngawasi anak-anak. Terlebih saat ini saya sudah punya cucu, usianya 2,5 tahun. Ya, itung-itung persiapan pensiun saya nanti,” ucap ibu tiga anak kelahiran Oktober 1965, itu.

Awal berusahaSri ingin mengembangkan kemampuan dan ketrampilan membuat kue basah. Dia lantas membuat lapis Surabaya, getuk, lemper, arem-arem dan masih banyak lagi. Hal itu dilakoninya selama dua tahun.

“Saat awal mulai, produk saya memang laku, dibeli tetangga kanan-kiri. Ada juga pesanan dari kerabat. Saya mulai berpikir, bagaimana caranya agar usaha yang saya bisa besar dan putaran uangnya cepat,” ungkap dia.

Pada tahun 2015, Sri diajak sahabatnya bergabung di Pahlawan Ekonomi. Dia lantas ikut pelatihan yang diadakan di Kaza City Mall setiap hari Minggu. Setelah mendapatkan banyak ilmu dan ketrampilan dari mentor, Sri mulai berani mengembangkan usaha. Bukan hanya membuat kue basah, tapi juga melayani katering

“Karena saya dulu kerja di katering, ada sedikit ilmu yang saya dapatkan,” katanya.

Sri mulai menerima pesanan. Dari puluhan sampai ratusan boks. Dia makin percaya diri jika usahanya bakal terus berkembang. Sebagai pelaku usaha, ia juga terus mempertahankan kualitas. Jangan sampai pelanggan tidak puas gara-gara rasanya tidak sesuai dengan terster-nya. Begitu sederhananya.

Hingga pada perjalanan waktu, Sri mendapatkan masukan dari beberapa kawan di Pahlawan Ekonomi. Katanya, dia harus memiliki produk unggulan. Produk yang benar-benar jadi andalan untuk menaikkan level usaha yang dilabeli AIA.

Masukan tersebut dianggap sangat bagus. Setelah menimbang, Sri pun memberanikan diri untuk membuat satu produk unggulan. “Saya pilih nasi bakar. Karena banyak orang yang senang menikmati nasi bakar saya,” terangnya.

 

Buka Dua Gerai

Berkat usaha katering ini, Sri Wanguwati kini mampu meraup omzet hingga Rp 32 juta sebulan. Pemasukannya tersebut datang dari beberapa pelanggan tetap. Sebagian besar dari berbagai instansi. Di antaranya PT Pelni, DPRD Surabaya, PT PAL, Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Polrestabes Surabaya, Terminal Peti Kemas Surabaya (TPS), RS PHC Surabaya, RS Siloam, Bank Permata, Bank Jatim dan Pacific Hotel Surabaya.

Selain pelanggan tetap, Sri juga sering melayani pembelian via online. Produknya dikerjasamakan dengan perusahaan jasa transportasi online, Go-Jek dan Grab untuk pemesanan GoFood serta GrabFood.

“Saya juga banyak pelanggan yang pesan dari WhatsApp dan Facebook,” cetus perempuan berjilbab alumnus SMA PGRI 8, ini.

Sri mengaku tidak menyangka, setelah menjadi pelaku usaha rezeki makin banyak. Perkembangan usaha Sri terbilang maju. Kurun waktu tiga tahun, ia sudah memiliki dua gerai nasi bakar AIA. Gerai pertama berlokasi di rumahnya, Jalan Teluk Nibung Utara 6, Surabaya. Gerai kedua di di Jalan Gubeng Kertajaya, Surabaya.

“Label AIA ini memang membawa keberuntungan bagi saya. Label itu diambil dari ketiga nama putri saya. Anggi Anastasya, Intan Agustina, dan Astrid Septivira,” ujar dia, lantas tersenyum.

Sri mengaku saat ini telah mempersiapkan diri masuk ke pasar kelas menengah. Di antaranya membuka gerai di Apartemen Praxis Surabaya, tahun 2019 mendatang.

“Saya juga mulai membangun rumah. Rencananya, di depan rumah itu mau saya jadikan depot. Ini cita-cita saya sudah lama. Mudah-mudahan lancar,” pungkas dia. (wh)

Jualan Nasi Bakar AIA, Perempuan Ini Raih Penghargaan Culinary Business
foto:arya wiraraja/enciety.co
Marketing Analysis 2018