Jual Boneka Adat, Perempuan Ini Raup Jutaan Rupiah

Jual Boneka Adat, Perempuan Ini Raup Jutaan Rupiah

Sukma Trilaksasi memamerkan produk buatannya. foto:arya wiraraja/enciety.co

Terus berkembang dan berinovasi. Itulah yang dilakukan Sukma Trilaksasi (59), owner Dian Collection. Ibu dari tiga anak tersebut dapat kini meraup omzet hingga puluhan juta berkat ketelatenannya membuat produk boneka adat.

Yang memggembirakan, Sukma baru saja mendapatkan pesanan 500 buah produk boneka adat dari salah satu intansi di Kota Surabaya. Nilainya sekitar Rp 75 jutaan.

“Saya kaget, pas ditelepon orang satu staf instansi di Surabaya. Beliau pesan boneka Cak dan Ning Surabaya. Tingginya 15 centimeter, jumlahnya 500 buah. Tambah kaget lagi, pesanan itu harus jadi dalam waktu seminggu,” ungkap dia, ditemui enciety.co di rumah yang sekaligus jadi bengkel usaha, Jalan Rungkut Permai II Surabaya, Kamis (30/8/2018).

Kata Sukma, untuk membuat setiap boneka adat seperti cak dan ning Surabaya butuh berbagai bahan yang dihias secara detail agar terlihat seperti aslinya. Ia mencontohkan busana kebaya dan kain batik yang digunakan oleh boneka ning Surabaya. “Saya harus menjahit baju boneka tersebut satu per satu agar terlihat nyata,” katanya

Pun dengan blangkon yang digunakan untuk boneka cak. Kata Sukma, ia harus membentuk dan merekatkan dengan pinset jahit. “Saya buat sedetail mungkin agar kualitasnya bagus dan hasilnya sama,” tegasnya.

Dengan tingkat kesulitannya itu, Sukma menghargai hasil karyanya Rp 150 ribu per buah. Untuk memproduksi, Sukma dibantu 18 orang. “Biasanya sih yang bantu saya 10 orang. Tapi, karena ini ada pesanan jadi saya minta bantuan 8 orang lagi  dari tetangga dekat sini,” paparnya.

Saat ini, Sukma sudah mampu memproduksi boneka berbusana adat seluruh Indonesia. “Ini juga ada pesanan boneka dengan busana 34 provinsi di Indonesia dari Jakarta dengan tinggi 30 centimeter. Bulan depan juga harus sudah selesai,” terang dia.

Bukan hanya dapat dijadikan produk souvenir, produk boneka adat buatannya juga bisa dijadikan home decoration. Belakangan, Sukma juga mengembangkan produksi souvenir lain. Produk tersebut adalah plakat dengan gambar budaya nusantara. “Ya alhamdulillah, hasilnya juga lumayan,” cetus perempuan berjilbab itu.

Sukma menjelaskan, jika banyak order yang didapat dari dunia digital. “Hampir 90 persen order yang masuk saya dapat dari sosial media seperti WhatsApp dan Facebook. Ada juga yang pesan via email. Kenapa email, karena pelanggan juga sering mengirim contoh foto produk yang dipesan,” tegasnya. (wh)

Marketing Analysis 2018