Jual-Beli via Online Naik Tiga Kali Lipat pada 2016

 

Jual-Beli via Online Naik Tiga Kali Lipat pada 2016
Niko Wiradinata, owner of Dunplex Gorup.

Bisnis online dinilai masih menjanjikan. Terlebih jika berbisnis di sosial media. Pasalnya, dari hasil riset Enciety Bussines and Consult (EBC), menyebutkan 89 persen dari 55 juta pengguna internet di Indonesia adalah pengguna sosial media.

Menurut Chairperson EBC Kresnayana Yahya, pengguna sosial media saat ini mencapai 43,8 juta.“Ini belum pengguna yang mengakses melalui ponsel, 61 persennya mengakses sosial media dengan capaian lebih dari 269,9 juta pengguna. Bahkan saking banyaknya pengguna, satu orang bisa mempunyai lebih dari satu akun sosial media,” terang dalam acara Kupas Bisnis di Spazio Surabaya, Kamis (21/8/2014) malam.

Kresnayana menegaskan, kondisi ini berdampak positif pada perkembangan bisnis online. Dia menjelaskan potensi baik di sosial media, yakni melonjaknya bisnis jual-beli via sosial media.

“Ada banyak potensi yang ditimbulkan dari sosial media. Mulai dari banyak orang yang jadi artis di internet, membuat kehebohan di internet, kampanye, hingga space iklan yang tak terbatas dan gratis,” bebernya.

Meski begitu, untuk bisnis e-commerce di sosial media saat ini belum melihatkan lonjakan signifikan. Namun Kresnayana optimistis pada 2016 mendatang jual-beli via online akan meningkat tiga kali lipat.

“Saat ini, 28 persen pengguna internet (netter) mengaku pernah jual-beli via online. Dipastikan akan melonjak lagi. Ini terjadi karena kita sedang masuk dalam revolusi industri ketiga atau masuknya internet,” kata Kresnayana.

Dia menambahkan, saat ini jual beli melalui online sudah sangat berkembang. Terbukti, 40 persen barang yang dikirim perusahaan jasa pengiriman barang (JNE) merupakan barang jual-beli online.

“Meski terlihat ada peningkatan, namun masih ada pengguna internet masih enggan membeli secara online. Alasannya, konsumen di Indonesia butuh melihat dan memegang secara langsung sebelum membeli barang,” jelasnya. (wh)

 

Marketing Analysis 2018