Jelang Pensiun, Bupati Batang jadi Host TV Nasional

Jelang Pensiun, Bupati Batang jadi Host TV Nasional

Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo. foto: beritasatu.com

Belum banyak aktivitas yang dilakukan di Rumah Dinas Bupati Batang di Jalan Veteran, pagi itu. Lengang dan cenderung sepi. Pagar rumah dibiarkan menganga. Beberapa orang petugas jaga saja yang terlihat di pos jaga. Mereka menyortir surat, menata administrasi, dan menerima tamu yang datang.

Di pelataran rumah itu, berjejer mobil jeep lawas. Juga mobil-mobil lain yang diparkir rapi. Taman yang ditumbuhi tanaman merambat ditata rapi. Pohon-pohon mangga yang rimbun dan mulai berbuah lebat memayungi rumah yang terlihat asri.

Pandum jam menunjukan pukul 10.45. Saya bersama dua orang perwakilan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Kabupaten Batang memang dijadwalkan bertemu Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo, pukul 11.00. Saya akan mewawancarai dia terkait survei kepatuhan pajak. Yoyok adalah satu dari tiga tokoh di Kabupaten Batang yang dipilih untuk diwawancarai.

Belum jenak duduk di bangku taman, saya lantas diminta masuk oleh seorang ajudan Yoyok. Di rumah yang cukup besar dengan ruang terbuka yang memadai, Yoyok, saat itu, baru saja menemui dua orang perempuan.

“Piye Mas, sori lagi nemui tamu,” cetus Yoyok, usai berjabat tangan dengan ramah.

Bicara Yoyok ceplas-ceplos. Dalam perkenalan, sempat mengingatkan jika saya pernah ketika bertemu di MetroTV, di acara Mata Najwa. Saat itu, saya datang bersama rombongan Bu Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Red). Bu Risma dan Yoyok diundang sebagai narasumber acara tersebut. Keduanya menjadi pilihan dari prestasinya sebagai kepala daerah menerima  Penghargaan Bung Hatta Anticorruption Award 2015.

Bu Risma mampu melahirkan Government Resources Management System (GRMS) yang kemudian diadopsi banyak kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sedangkan Yoyok dianggap berhasil dengan Festival Anggaran yang membuat Kabupaten Batang jadi perbincangan banyak khalayak.

“Mas, masih ingat ketika datang ke MetroTV, gak dikenal sebagai bupati Batang?” goda saya kepada Yoyok.

“Sampai kru MetroTV tanya, apakah bupati Batang sudah datang kepada sampenyan?” timpal saya.

Yoyok pun lalu tergelak. Ia mungkin tak akan melupakan peristiwa itu. Betapa tidak, datang dengan kebanggan diundang di stasiun televisi terkemuka, eh ternyata gak ada yang kenal. Bahkan, saat menerima Bung Hatta Anticorruption Award 2015, peristiwa di MetroTV itu ia ceritakan tanpa tedheng aling-aling.  “Mungkin saya ini dianggap ajudan, ya. Gak ada potongan jadi bupati,” katanya, lalu disambut gerr undangan yang hadir.

Marketing Analysis 2018