Jejak Diah Cookies Tertambat di Laju Digital

Jejak Diah Cookies Tertambat di Laju Digital

Diah Arfianto memberikan testimoni di acara Facebook Laju Digital di Vasa Hotel Surabaya.foto:ist

Senyum terpancar dari bibir Diah Arfianti. Itu setelah namanya dipanggil untuk tampil di panggung megah, siang itu. Perempuan pelaku usaha Pahlawan Ekonomi Surabaya tersebut, didaulat memberikan testimoni sesaat setelah pemutaran video tentang dirinya usai ditayangkan.

Diah Arfianti adalah salah satu pelaku usaha kreatif Surabaya yang berbicara di acara Facebook Laju Digital di Vasa Hotel Surabaya, 6-7 November 2018. Kampanye ini dilaksanakan untuk meningkatkan ketrampilan digital pelaku UKM, komunitas, hingga pemerintah di era digital dengan memanfaatkan media sosial.

Diah mengaku surprise tampil di acara Facebook. Sama seperti yang dirasakan saat kisah dirinya bersama Choirul Mahpuduah, pelaku usaha Pahlawan Ekonomi lain, difilmkan untuk mendukung #SheMeansBusiness, program Facebook yang memotivasi perempuan mengembangkan bisnis.

“Jujur, saya suka trenyuh sendiri setiap kali menyaksikan video itu. Entah sudah berapa kali saya menyaksikannya. Saya sangat berterima kasih kepada Facebook yang sudah membuatkan video Diah Cookies,” ucap Diah yang sukses meraup jutaan rupiah dari jualan kue kering.

Diah mengaku mendapat respons banyak kalangan setelah video berdurasi 2,26 menit itu, viral di media sosial. Banyak kaum perempuan yang mengalami nasib yang sama dengan dirinya, akhirnya punya keberanian untuk menerima kenyataan. Mereka juga berani untuk menghadapi proses dalam merintis usaha.

“Saya pernah didatangi seorang ibu. Dia mengaku sangat terinspirasi setelan menonton video tersebut. Alhamdulillah, dia kemudian menyatakan tekad ingin menjadi pelaku usaha,” ungkap perempuan yang tinggal di Jalan Ketandan, Surabaya itu.

Video tersebut menceritakan kisah dirinya membangun usaha. Di mana, ia menjalaninya dengan cucuran keringat dan air mata. Banyak usaha dilakoni, tapi banyak pula yang menemui kegagalan. Diah sempat syok manakala suaminya di-PHK. Namun, pengalaman pahit itu membuatnya tangguh. Lewat kue kering, bisnis Diah terus meroket. Dan, usahanya kini bukan hanya dinikmati keluarga, tapi juga warga sekitar rumahnya.

Diah juga menceritakan proses yang dilaluinya dalam berusaha. Ketika bergabung dengan Pahlawan Ekonomi Surabaya, tahun 2012, ia mulai berpikir tentang branding  dan memperbaiki packaging. Hal itu sangat membantu menaikkan kualitas produk. Pasalnya, produk Diah Cookies mampu naik ke level lebih tinggi. Bukan hanya dijual di ritel modern, tapi juga di hotel berbintang.

Yang lebih penting lagi, imbuh dia, dengan menggunakan media sosial, penjualan Diah Cookies meningkat tajam. Rata-rata, 70 persen penjualan produknya dilakukan via online.

“Saya bersyukur karena produk saya tidak hanya dinikmati di Surabaya, tapi juga di kota-kota lain. Bahkan, ada yang membeli untuk dibawa ke luar negeri,” pungkas perempuan berjilbab ini. (wh)

Marketing Analysis 2018

Berikan komentar disini