Jawab Tantangan Wali Kota Risma, Bikin Tas Bekal Berlapis Aluminium Foil

Jawab Tantangan Wali Kota Risma, Bikin Tas Bekal Berlapis Aluminium Foil

Teks: Pelatihan tas bekal berlapis aluminium foil Pahlawan Ekonomi di Kaza City Mall, Sabtu (10/2/2018). foto: arya wiraraja/enciety.co

Pelatihan handicraft Pejuang Muda Surabaya memasuki babak baru. Kali ini, peserta pelatihan diajak membuat tas bekal berlapis aluminium foil.

Menurut Yayuk Surat, mentor pelatihan Pejuang Muda, menjelaskan tas bekal berlapis aluminium foil ini ditiru dari buah tangan yang dibawa Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dari luar negeri.

“Beberapa waktu lalu kita ditantang Bu Risma bisa memproduksi seperti salah satu buah tangan yang dibawa beliau. Untuk itu, pada pelatihan kali ini, kami mencoba untuk membuat produk tersebut,” ujar Yayuk Surat, di di Kaza City Mall, Sabtu (10/2/2018).

Kata Yayuk, tas bekal yang dibuat merupakan tas model baru dan membuatnya pun terbilang rumit. Itu dikarenakan di dalam tas dilapisi aluminium foil yang berguna untuk mempertahankan suhu benda.

“Fungsi lapisan aluminium foil ini sangat penting bagi tas bekal yang kita buat. Dengan lapisan tersebut, bekal yang kita bawa bakal lebih awet,” papar perempuan berjilbab ini.

Yayuk lalu menyebutkan beberapa bahan dasar dan peralatan yang dibutuhkan membuat tas bekal berlapis aluminium foil. Yakni kain, benang, jarun, aluminium foil, kawat resleting, tali gagang tas, kain canvas sebagai bahan pelapis aluminium foil, dan lain sebagainya.

“Untuk membuatnya, langkah pertama jahit kain menyerupai tas dengan bentuk kotak. Kemudian lapisi bagian dalam tas dengan kain kanvas dan aluminium foil. Agar hasilnya maksimal, gunakan teknik satu kali jahitan. Karena jika kita mengulang-ulang jahitan, bakal berpengaruh pada lapisan aluminium foil,” tegasnya.

Fungsi teknik sekali jahit yang diajarkan Yayuk tersebut dilakukan untuk mengurangi lubang pada aluminium foil. Selain itu, aluminium foil adalah bahan yang mudah sobek dan rusak.

“Dengan kata lain, menggunakan tekhnik sekali jahit, para pelaku usaha dapat mengurangi resiko rusaknya lapisan aluminium foil,” tegas Yayuk lagi.

Yayuk juga menjelaskan, di pasaran tas bekal berlapis aluminium foil tersebut dihargai harga Rp 50-60 ribu, bahkan ada yang menjual Rp 100 ribu. “Padahal untuk membuat produk tersebut kita hanya butuh modal sekitar Rp 15 ribu,” kupasnya. (wh)

Berikan komentar disini