Jawab Keraguan Ortu, Charles-Yovita Sukses Pasarkan Family Sushi

Jawab Keraguan Ortu, Charles-Yovita Sukses Pasarkan Family Sushi

Bekerjalah dengan motivasi dan semangat yang kuat. Karena hal itu akan menggiring Anda untuk mencapai kesuksesan. Kalimat bijak itu nampaknya diyakini Charles Susanto dan Yovita Lorencia, pemilik usaha kuliner Family Sushi.

Jawab Keraguan Ortu, Charles-Yovita Sukses Pasarkan Family Sushi
Charles Susanto dan Yovita Lorencia saat mengikuti event Basha Market di Ciputra World Surabaya. arya wiraraja/enciety.co

Dengan spirit membaja, kedua anak muda itu kini boleh dibilang cukup sukses menancapkan cakar bisnisnya. Pelanggannya mulai membanjir. Kualitas produknya mulai diakui publik. Dan yang pasti, jutaan rupiah kini mengalir ke kantongnya saban harinya.

Charles menutur, motivasi awal mendirikan usahanya ini lantaran tidak ingin merepotkan orang tua. Saat itu, ia baru lulus SMA, tahun 2012. “Saat itu kami bingung dan malu jika harus minta uang jajan lagi pada orang tua kami,” ucap dia saat ditemui enciety.co di sela Basha Market yang digelar di Ciputra World Surabaya, Minggu (30/8/2015).

Dalam kegalauannya itu, pasangan muda itu memutuskan untuk membuka usaha kuliner. “Kami memilih membuka usaha kuliner karena kami suka wisata kuliner, terutama sushi. Dengan modal Rp 500 ribu dari gabungan uang saku bulanan, kami mulai belanja kebutuhan bahan dasar sushi,” akunya.

Karena modal minim, Charles mengaku hanya mampu membuat 4 sampai 5 kemasan sushi. Hasil produknya mereka masukkan ke kantin SMA Frateran Surabaya.

“Tiap satu kemasan sushi yang kami hasilkan di dalamnya berisi 4 hingga 7 buah sushi. Setiap kemasan yang kami jajakan kami hargai Rp 10 ribu,” urainya.

Dia lalu menuturkan, kalau dirinya mulai memproduksi pukul 24.00. “Hal ini kami lakukan karena hasil produksi kami harus kami pasarkan pada pukul 05.00 dini hari. Pasar kami adalah anak-anak SMA yang masuk sekolah pada pukul 06.30,” ungkap dia.

Kegiatan tersebut mereka lakukan hingga tiga bulan lamanya. Awalnya, banyak teman-temannya yang menanggapi miring atas usaha yang mereka lakukan. Bukan itu saja, seluruh anggota keluarga mereka juga merasa kasihan dengan kerja keras tatkala membangun usaha.

“Orang tua kami sempat mengeluh, kerja keras yang kami lakukan hanya menghasilkan omzet sebesar Rp 800 ribu per bulan. Mereka menganggap hasil tersebut sangat jauh dari kata layak. Namun, kami tidak patah semangat, yakin, dan tetap berusaha,” tegas pemuda yang saat ini tengah menyelesaikan skripsinya di salah satu universitas swasta terkemuka di Surabaya itu.

Yovita Lorencia menambahkan, jika saat ini usaha Family Sushi miliknya sudah tersebar hampir semua sekolah di Surabaya. Dia mengatakan, memang sangat sukar dalam merintis usaha, namun hal tersebut sebuah tantangan yang harus dihadapi.

“Setelah mengantarkan hasil produk yang kami hasilkan, kami cepat-cepat melanjutkan kewajiban kami lainnya, yaitu kuliah,” terangnya, lalu tersenyum.

Berbekal pengetahuan yang didapatnya dari menonton video online di Youtube, mereka dapat membuat sushi yang kini beromzet hingga Rp 50 juta per bulannya.

“Saat ini, kami sudah memiliki 15 pegawai, dengan rincian 10 pegawai untuk produksi dan lima pegawai khusus untuk driver delivery,” jelas dia.

famili-sushi-2  famili-sushi-3

Yovita mengaku, saat ini produknya dipasarkan via online dan media sosial. “Banyak yang menyarankan agar kami membuka restoran khusus sushi, tapi kami ingin Family Sushi ini menjadi usaha yang lain dari pada yang lain. Kami hanya melayani pemesanan delivery order di Kota Surabaya dan sekitarnya,” ujarnya.

Ke depan, ia menjelaskan visi dari usaha sushinya agar dapat berkembang. “Dengan membuka usaha franchise, mereka bercita-cita usaha ini dapat diwariskan bagi anak-anak kami nantinya,” ungkap pasangan yang rencananya menikah tahun depan itu.

Dalam kesempatan itu, ia juga berharap akan lahir lebih banyak lagi entrepreneur muda dari Surabaya. “Mudah-mudahan banyak anak muda Surabaya yang tidak jaim (jaga image,red) untuk merintis usahanya mulai dari bawah. Mumpung masih muda, jika gagal itu wajar. Namun yang terpenting bagaimana kita bangkit dan mencoba lagi,” tandasnya.

Saat ditemui di Basha Market, Charles Susanto dan Yovita Lorenciatampak sibuk melayani ratusan pelanggan yang singgah di stan Family Sushi miliknya. Pelanggan yang kebanyakan anak muda itu memesan beberapa menu unggulan dari Family Sushi. Di antaranya adalah sushi roll, sushi fusion, dan lain sebagainya. (wh)