Membludak, Jam Buka Rumah Bahasa Diperpanjang

 

Membludak, Jam Buka Rumah Bahasa Diperpanjang

 

Sejak diluncurkan pada 4 Februari lalu, Rumah Bahasa di Kompleks Balai Pemuda, tak pernah sepi pendaftar. Saban hari, puluhan orang mengikuti kegiatan disana.

 

Lantaran tingginya animo masyarakat itu,Pemkot Surabaya memutuskan kegiatan belajar mengajar Rumah Bahasa diperpanjang menjadi tujuh hari. “Tidak diduga, masyarakat sangat antusias mengikuti program Rumah Bahasa karena ingin menambah keahlian. Setidaknya ada 100 orang yang mendaftar per hari,” ujar Kepala Bagian Kerja Sama Pemkot Surabaya Ifron Hadi, Senin (10/2/2014). 

 

Kata dia, tujuan Pemkot Surabaya mendirikan Rumah Bahasa agar warga Surabaya siap menghadapi ASEAN Free Trade Area (AFTA) pada 2015. Rumah Bahasa fokus memberikan pelatihan tiga bahasa asing secara gratis, yakni bahasa Inggris, bahasa Jepang, dan bahasa Mandarin.

 

Ifron mengungkapkan, mayoritas pendaftar di Rumah Bahasa berasal dari kalangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan sopir taksi. Saking banyaknya pendaftar, jam belajar yang semula hari Senin hingga Jumat diperpanjang menjadi setiap hari tanpa libur. “Jam buka rumah bahasa tetap yaitu jam 09.00 sampai pukul 21.00,” tandas Ifron.

 

Tak hanya jumlah pendaftar, jumlah pengajar di Rumah Bahasa yang semuanya volunteer, juga bertambah. “Saat ini ada 200 orang dan dibantu para mahasiswa yang sedang magang. Tidak hanya itu, 10 petugas Pemkot Surabaya juga bersiaga untuk mengganti jika ada relawan yang sedang sibuk dan berhalangan mengajar. Jadi, dalam satu kali kegiatan tatap muka pelajaran selama 1,5 jam ada empat pengajar yang membimbing 8-20 siswa,” beber Ifron.

 

Ifron mengharapkan jumlah peserta yang mendaftar di Rumah Bahasa ke depannya dapat terus bertambah. “Sebanyak-banyaknya. Kami ingin semua kalangan masyarakat Surabaya mengikuti program tersebut. Apalagi, era AFTA 2015 yang semakin dekat, membuat terjadinya globalisasi dan membuat pergerakan manusia makin intens. Ini berpotensi adanya peningkatan pariwisata yang masuk Surabaya,” ujarnya.

 

Dia menjanjikan, meski sudah memasuki tahun 2015, Rumah bahasa akan tetap berjalan.(wh)