ITS Tawarkan Inovasi Teknologi Keselamatan Maritim Global

ITS Tawarkan Inovasi Teknologi Keselamatan Maritim Global

Untuk itu, sebagai institusi pendidikan yang menjadi poros maritim di Indonesia Timur, seperti yang diketahui, ITS telah mengembangkan sebuah solusi global untuk meminimalisasi kemungkinan bahaya-bahaya tersebut dengan teknologi yang sudah dipublikasikan yaitu Automatic Identification System ITS (AISITS), di depan para pemerhati dunia maritim global.

Inovasi sistem peringatan dini pada dunia kemaritiman yang berhasil dikembangkan bersama Kobe University, Jepang ini dapat menampilkan data secara real time sebuah peringatan dini jika kapal mendekati zona bahaya.

“AISITS akan mengirim alarm peringatan jika ia (kapal, red) memasuki zona bahaya jika di bawah kapal terdapat instalasi kelautan seperti pipa atau kabel bawah laut,” paparnya.

Untuk itu, imbuh pria yang juga menjabat Wakil Rektor IV Bidang Inovasi, Kerjasama, Kealumnian, dan Hubungan Internasional ITS ini, AISITS merupakan sebuah solusi yang sangat bagus jika bisa diterapkan nantinya di seluruh Indonesia atau bahkan dunia.

Menanggapi hal itu, Prof Masao Furusho dari Kobe University, Jepang mengusulkan agar ke depannya AISITS dapat dikembangkan dengan menggunakan virtual buoy. Pasalnya, biaya produksi bila dibandingkan menggunakan real buoy, jauh lebih murah menggunakan virtual buoy.

“Virtual buoy juga merupakan sebuah terobosan baru di dunia maritim untuk ke depannya,” jelas Prof Furusho.

Ketut juga mengatakan, pada konferensi tingkat dunia ini, AISITS juga mendapatkan sambutan hangat oleh Darell Hawkins selaku Vice President Seashore Martime Service Limited, Kanada. Ia memiliki niatan untuk bekerjasama dan penelitian lebih lanjut dengan ITS atas teknologi AISITS ini agar dapat diterapkan di perusahaannya nantinya.

MASTIC 2018 secara resmi akan ditutup malam ini dengan memberikan penghargaan di kategori Best Paper dan Best Presenter bagi para pemakalah Penghargaan ini sebagai apresiasi telah menyambungkan ide dan gagasan mereka untuk meningkatkan keamanan maritim dunia. Di hari terakhir besok (11/7/2018), para peniliti akan diajak berkeliling Bali untuk melihat kearifan lokal daerah yang juga menjadi poros wisata maritim dunia ini. (wh)

Marketing Analysis 2018