ITS-Kemenristekdikti Launching AISITS untuk Keselamatan Maritim

ITS-Kemenristekdikti Launching AISITS untuk Keselamatan Maritim

Menengok kembali perjalanan AISITS sebagai produk unggulan yang telah matang untuk proses hilirisasi, Ketut menyampaikan bahwa AISITS pertama kali diinisiasi dan dikembangkan sejak tahun 2007 melalui kerja sama riset ITS bersama Kobe University, Osaka University, Tokyo University, National Maritime Research Institute (NMRI) Jepang, Universitas Teknologi Malaysia (UTM), Dokus Eylul University Turki, serta berbagai pihak lainnya. Proses pengembangan riset yang memakan waktu cukup lama dan bekerja sama dengan berbagai pihak tersebut, tentu semakin membuat AISITS untuk siap masuk dalam tahap komersialisasi ini.

Menanggapi positif akan produk AISITS ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendukung penuh atas produk yang dihasilkan oleh ITS ini sebagai upaya untuk memberikan keselamatan dunia perkapalan Indonesia. “Ke depannya, AISITS ini juga bisa kita integrasikan dengan Bakamla (Badan Keamanan Laut Republik Indonesia) RI,” terangnya.

Sementara itu, Menristekdikti Mohamad Nasir juga menyampaikan, komersialisasi AISITS ini juga selaras dengan misi Kemenristekdikti untuk meningkatkan kapasitas pemanfaatan dan komersialisasi hasil riset dan inovasi untuk dapat bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

Misi tersebut menjadi salah satu dasar bagi perguruan tinggi, termasuk ITS, untuk berupaya semaksimal mungkin mendorong peneliti, inventor dan unit usahanya agar mampu menghasilkan produk-produk inovatif yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan dunia industri. “Dalam era industri 4.0 saat ini, aplikasi semacam ini akan memegang peranan yang sangat penting dan memiliki potensi bisnis yang sangat besar,” ujar Nasir.

Pada saat yang sama, AISITS juga dapat menjamin keselamatan operasional maritim serta menumbuhkan ekonomi pada umumnya. Kecelakaan kapal dan instalasi laut akan berdampak sangat besar pada jiwa manusia, lingkungan maritim serta ekonomi. AISITS menjadi salah satu alternatif solutif dalam persepktif tersebut.

Pada agenda launching ini, juga dilakukan penandatanganan Kerja Sama Operasi (KSO) Data Center antara PT ITS Tekno Sains dengan PT Bali Towerindo Sentra. Serta penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara ITS dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, ITS dengan PT Pertamina Engineering Services, PT Krakatau Bandar Samudera, PT Padma Energi Indonesia, dan PT Palka Sarana Utama. (wh)

Marketing Analysis 2018