ITS Fasilitasi Balitbanghub Tingkatkan Penelitian Berbasis Riset

ITS Fasilitasi Balitbanghub Tingkatkan Penelitian Berbasis Riset

Kepala Balitbanghub Kementerian Perhubungan Ir Sugihardjo MSi jajaran pimpinan ITS di Gedung Rektorat ITS, Kamis (31/5/2018).foto:humas its

Menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) yang sudah terjalin dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) Kementerian Perhubungan RI melakukan evaluasi sejumlah kerja sama yang telah dilakukan selama ini. Salah satunya penelitian berbasis riset.

Kepala Balitbanghub Kementerian Perhubungan Ir Sugihardjo MSi mengatakan, pihaknya ingin lebih banyak kerja sama di bidang penelitian yang berbasis riset (research based).

“Karena ITS sebagai perguruan tinggi center of excellent yang tidak hanya di Jawa Timur namun juga di Indonesia Timur, kita menginginkan adanya kerja sama di bidang penelitian yang berbasis riset,” tutur Sugihardjo pada acara diskusi internal dengan jajaran pimpinan ITS di Gedung Rektorat ITS, Kamis (31/5/2018).

Ke depannya, lanjut Sugihardjo, hasil-hasil penelitian tersebut diharapkan dapat diterapkan pada pengambilan kebijakan dan penerapan pada pengembangan iptek baik di lingkungan kampus ITS maupun Kementerian Perhubungan RI.

Pada acara yang dihadiri pula oleh Kepala Puslitbang Perhubungan Udara dan Kepala Puslitbang Perhubungan Laut itu, Sugihardjo yang baru menjabat selama satu bulan ini menjelaskan, kajian-kajian Balitbanghub selama ini banyak yang beririsan (hampir sama) dengan kajian Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan.

“Seharusnya ada hal yang membedakan antara kajian yang dihasilkan Dirjen Perhubungan dengan Balitbanghub,” ujar pria yang pernah mendapatkan penghargaan Satya Lancana Karya Satya 30 Tahun dari pemerintah ini.

Sebagai Kepala Badan yang baru, ia menekankan, ke depannya Balitbanghub harus mendasarkan penelitiannya pada research based di mana fakta dan datanya harus akurat. Dari hasil pengamatan, akar permasalahan yang dimiliki Batlibanghub dalam penelitian selama ini adalah dikarenakan tidak memiliki laboratorium riset sendiri.

“Laboratorium itu baik lab fisik maupun lab policy-nya tidak ada,” ujar mantan Sekjen Perhubungan ini.

Di sisi lain, imbuhnya, Batlitbanghub juga tidak bisa menunggu pembangunan laboratorium hingga selesai untuk terus melakukan risetnya.

“Saya menyampaikan kepada teman-teman kalau kita tidak punya lab, ya bukan berarti kajian-kajian kita tidak bisa research based, makanya kita menggandeng ITS sebagai partner kerja sama,” ungkap mantan Ketua Sekolah Tinggi Transportasi Darat ini.

Sementara itu, kerja sama yang sudah berjalan dan menghasilkan antara Balitbanghub dengan  ITS selama ini adalah penelitian pengembangan prototype peralatan untuk mendeteksi Wind Shear di Bandar Udara (Bandara), penelitian pengembangan prototype peralatan untuk mengukur ketinggian genangan air di Landas Pacu, dan kebutuhan subsidi kapal feeder pada trayek tol laut di Pulau Natuna.

Ke depan, pihak Balitbanghub juga menginginkan adanya kerja sama di bidang standarisasi desain kapal. Sugihardjo menjelaskan lagi bahwa yang selama ini terjadi, pembangunan-pembangunan kapal di lingkungan Dirjen Perhubungan Laut jumlahnya sampai ratusan, namun untuk standarisasi desain kapal itu masih belum ada.

Selama ini yang terjadi adalah pihak galangan yang menawarkan beberapa desain kepada Dirjen Perhubungan Laut, ada yang bagus dah ada yang tidak.

“Saya ingin ke depan Balitbanghub bersama ITS bersinergi dengan PT PAL dan ITB untuk membuat standarisasi desain ini,” tegas mantan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ini..

Sementara itu, Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana mengatakan, pihaknya bsangat siap memfasilitasi kerja sama yang diminta pihak Balitbanghub. ITS juga akan sangat terbuka untuk menyediakan laboratorium yang dimiliki guna keperluan penelitian ke depan.

“Harapan kami Batlitbanghub bisa menggunakan laboratorium yang dimiliki ITS saja, daripada membuat sendiri lab,” ujar guru besar Teknik Lingkungan ini.

Selain menyediakan laboratoriumnya, menurut Joni, ITS juga akan memfasilitasi kerja sama ini dengan menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang terdiri dari para dosen dan mahasiswa.

“Kami memiliki seribu dosen yang sekaligus juga peneliti, ini akan bisa mendukung kerja sama kita nanti dengan Batlibanghub,” imbuhnya.

Selain diskusi internal, kunjungan Balitbanghub ke ITS juga untuk menyosialiasikan lomba Transhub Challenge yang dikhususkan untuk umum dan mahasiswa. Lomba pembuatan start up yang berhadiah total Rp 200 juta ini membawa tema Inovasi Digital Transportasi Pada Aspek Keselamatan, Pelayanan dan Kapasitas Transportasi. (wh)

Marketing Analysis 2018