ITS Bahas Internet of Things di Era Revolusi Industri 4.0

ITS Bahas Internet of Things di Era Revolusi Industri 4.0

Diar Rachmawan memberi kuliah tamu Wawasan Teknologi dan Teknopreneur di ITS, Sabtu (27/10/2018).foto:humas its

ITS Surabaya menyelenggarakan kuliah tamu Wawasan Teknologi dan Teknopreneur, Sabtu (27/10/2018). Mengangkat topik Teknologi Internet of Things (IoT), kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Robotika ITS ini, menghadirkan Director of Enterprise and Business Service PT Telkom Indonesia Diar Rachmawan sebagai pembicara.

Diar menyampaikan, sebagai technology driver yang menghubungkan manusia dengan mesin, IoT memiliki peran yang sangat besar dalam era digital atau sering kita kenal sebagai revolusi industri 4.0.

“IoT bukanlah hal baru, rekan-rekan harus bisa memanfaatkan teknologi ini untuk bisa bertahan di era disrupsi ini,” ujarnya menasihati mahasiswa yang hadir.

Diar juga menyampaikan, definisi IoT sendiri adalah teknologi yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan yang cerdas dengan menggabungkan antara konektivitas, perangkat lunak, dan perangkat keras.

“Dengan kata lain, keputusan yang dihasilkan oleh IoT akan diintegrasikan melalui media internet, tanpa memerlukan campur tangan manusia,” imbuhnya.

Berdasarkan poin tersebut, akan sangat menguntungkan ketika IoT diterapkan dalam industri. Dian mengungkapkan, untuk menjamin kesuksesan dalam penggunaan IoT, diperlukan permainan terpadu dan strategi-strategi aktif.

Strategi tersebut diharapkan mampu melampaui konektivitas, mengontrol ekosistem, menciptakan mitra yang baik, dan mendorong regulasi model bisnis yang baru.

“Saat ini, beberapa negara di seluruh dunia juga sudah memulai proyek IoT mereka, khususnya untuk mewujudkan smart city, salah satunya adalah Spanyol,” ungkap dia.

Sedikit mengintip kesuksesan kota Barcelona, Spanyol sebagai smart city dalam menerapkan IoT untuk berbagai aktivitasnya. Alumni Teknik Elektro ITS ini menjelaskan Barcelona telah menerapkan teknologi IoT untuk area parker, penerang jalan, taman hijau, tempat sampah, dan transportasi.

“Keuntungan yang dihasilkan salah satunya adalah terciptanya 4.700 pekerjaan baru,” ujarnya.

Hal ini membuktikan penerapan IoT memiliki manfaat sangat besar ketika diimplementasikan. Ia berpendapat IoT pun sangat penting untuk diteparkan di Indonesia. Pasalnya, Indonesia merupakan negara yang luas dengan jumlah penduduk yang banyak.

“Jika ioT ini benar-benar dapat diimplementasikan di Indonesia. Tidak menutup kemungkinan bahwa Indonesia akan menjadi negara yang mandiri,” tutur pria kelahiran Surabaya, 14 Mei 1964 ini.

Meskipun demikian, dalam implementasinya IoT juga memiliki beberapa tantangan yang harus dihadapi. Di antaranya keberadaan manusia yang akan tergantikan oleh mesin, keamanan data akan berkurang, dan besarnya biaya yang diperlukan untuk implementasi teknologi ini.

“Oleh karena itu, sebagai mahasiswa penerus tonggak kepemimpinan bangsa, hal ini merupakan tantangan yang harus kalian selesaikan,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Guru Besar ITS Prof Dr Mochamad Ashari. Ia menyampaikan, mahasiswa ITS harus mampu menjadi penggerak untuk bangsa Indonesia agar mampu bertahan menghadapi era disrupsi ini.

“Untuk itu, jiwa kepemimpinan, kreatif, dan berpikir kritis harus kalian miliki,” pungkasnya. (wh)

Marketing Analysis 2018