IPM Jatim Capai 70,27 pada 2017

IPM Jatim Capai 70,27 pada 2017

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, indeks pembangunan manusia di Jawa Timur pada tahun 2017 terus mengalami kemajuan. Pada tahun 2016 IPM Jawa Timur mencapai 69,74 dan selanjutnya pada tahun 2017 mencapai 70,27 atau tumbuh 0,76 persen.

“IPM tertinggi tercatat di Surabaya dengan IPM sebesar 81,07 sedangkan IPM terendah tercatat di Sampang (59,90). Baru pada tahun 2017 indeks pembangunan manusia di Jawa Timur berkategori tinggi, naik kelas dari kategori sebelumnya sedang,” ujar Kepala BPS Jawa Timur Teguh Pramono, Senin (16/4/2018).

Ada tiga kota yaitu Kota Surabaya, Kota Malang, dan Kota Madiun yang tercatat mempunyai IPM berkategori sangat tinggi. Lalu, selain 3 daerah itu, ada 16 kabupaten dan kota berkategori tinggi. “Selebihnya, ada 18 kabupaten dan kota berkategori sedang dan hanya Sampang yang IPM-nya berkategori rendah,” kupas Teguh lagi.

Selama periode 2016 hingga 2017, sambung dia, komponen pembentuk IPM juga mengalami peningkatan. Bayi yang baru lahir memiliki peluang untuk hidup hingga 70,80 tahun, meningkat 0,06 tahun. “Anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk bersekolah selama 13,09 tahun, meningkat 0,11 tahun,” tegasnya lagi.

Sementara itu, penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 7,34 tahun, juga meningkat 0,11 tahun. “Pengeluaran per kapita yang disesuaikan (harga konstan 2012) telah mencapai Rp. 10,97 juta, meningkat Rp 258 ribu dibandingkan tahun sebelumnya,” terang Teguh. (wh)

Marketing Analysis 2018