Inspirasi dari Wali Kota Risma, Profesor Ini Hasilkan Ratusan Karya

Inspirasi dari Wali Kota Risma, Profesor Ini Hasilkan Ratusan Karya

Richardus Eko dan Wali Kota Tri Rismaharini.foto:humas pemkot surabaya

Profesor Richardus Eko Indrajit dikenal sebagai pakar teknologi, akademisi, sekaligus penulis puluhan buku dan ratusan modul jurnal ilmiah. Karya yang telah dihasilkannya itu, kini telah banyak dipublikasikan di tingkat nasional maupun internasional. Bahkan, karya dia juga banyak digunakan sebagai rujukan informasi di kalangan akademik. Namun, dalam menghasilkan ratusan karya itu, tidak lepas atas dorongan dan motivasi dari berbagai pihak, baik orang tua, keluarga, para guru, maupun kalangan akademisi.

Richard mengatakan di usianya yang menginjak ke 50 tahun, ia secara pribadi ingin memberikan penghargaan kepada 25 guru dan 25 kampus yang telah berjasa membimbingnya, sehingga ia telah berhasil menciptakan ratusan karya. Namun menariknya, dari 25 guru yang telah berjasa itu, di antaranya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

“Dari 25 guru-guru yang banyak memberikan masukan saya, mengajarkan saya, salah salah satunya adalah Bu Risma,” kata dia usai bertemu dengan Wali Kota Risma di ruang kerja Balai Kota, Selasa (12/2/2019).

Dulu, lanjut dia, Wali Kota Risma banyak mengajarkannya tentang E-GovernmentSmart City hingga Teknologi Informasi untuk pelayanan publik. Bahkan, karya-karya ilmiah yang telah ia hasilkan, banyak terinspirasi dari masukan-masukan dan arahan Wali Kota Risma.

“Saya bikin beberapa buku, beberapa modul kuliah banyak diinspirasi dari pengalaman-pengalaman beliau (Wali Kota Risma),” ujarnya.

Karena itu, pria yang juga menjabat sebagai Chairman of PGRI Smart Learning and Character Center ini mengaku, ingin memberikan karya-karya ilmiahnya kepada Wali Kota Risma sebagai bentuk penghargaan dan ungkapan terima kasih. Terlebih, ia menilai, bahwa sosok Wali Kota Risma adalah seorang guru yang banyak berjasa dalam kehidupannya.

”Bu Risma itu saya anggap sebagai guru kehidupan saya. Jadi saya memberikan semacam hadiah penghargaan, terima kasih karena sudah mau menjadi guru saya di usia saya yang (memasuki) 50 tahun ini,” katanya.

Selain aktif sebagai pakar teknologi informasi, Prof Richard juga menjadi akademisi di beberapa universitas terkemuka di Indonesia. Di antaranya, Universitas Indonesia, Curtin University of Technology, Universitas Trisakti, Edith Cowan University, dan IPMI-Monash University. Ia berharap bahwa karya-karya yang telah dihasilkan dapat mendukung untuk kemajuan pendidikan di Surabaya.

“Selama saya hidup, saya membuat ratusan artikel, buku-buku, itu semua saya buka untuk publik. Tadi soft copy nya saya kasih ke ibu (Bu Risma), siapa tahu bisa dipakai di perpustakaan Surabaya, bisa dinikmati banyak orang,” ungkap dia.

Sementara itu, Wali Kota Risma pun menyambut baik kedatangan Prof. Richard di ruang kerjanya. Selama satu jam lebih, ia berbincang-bincang banyak mengenai transformasi Kota Surabaya. Bahkan, dalam pertemuan itu, Wali Kota Risma bersyukur bisa mendapat karya-karya dari salah satu pakar teknologi terkemuka di Indonesia.

“Terima kasih banyak Prof, mimpi apa saya semalam dapat penghargaan ini,” ujar Wali Kota Risma kepada Prof. Richard.

Dalam pertemuan itu, Wali Kota Risma juga menyampaikan bahwa masalah pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, guru, orang tua, dan pemerintah. Namun, seorang kepala daerah juga harus concern terhadap kualitas pendidikan di wilayahnya. Karena itu, selama ini wali kota dua periode itu, dikenal sangat concernterhadap perkembangan pendidikan anak-anak Surabaya.

“Sudah menjadi kewajiban saya, karena saya juga menjadi ibu (orang tua) bagi anak-anak Surabaya,” pungkas Wali Kota Risma. (wh)

Marketing Analysis 2018