Ini yang Tak Tergantikan di Revolusi Industri 4.0

Ini yang Tak Tergantikan di Revolusi Industri 4.0

Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (26/10/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Dibutuhkan penguasaan teknologi menghadapi lompatan besar revolusi industri 4.0, Selain itu, kreativitas atau personal touch juga menjadi hal yang penting karena tidak dapat tergantikan.

Hal itu disampaikan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (26/10/2018).

Pada revolusi industri 4.0, hampir semua pekerjaan dapat digantikan teknologi. Namun, unsur kreativitas tidak pernah hilang dan tidak tergantikan.

“Jika kita lihat saat ini hampir semua pekerjaan dapat dijalankan menggunakan robot. Namun, hal yang tidak tergantikan dari seluruh pekerjaan tersebut adalah kreativitas,” tandas Bapak Statistika Indonesia itu.

Menurut Kresnayana, personal atau individu dapat bertahan di era revolusi industri 4.0 dengan cara menambahkan personal touch pada perangkat atau robot yang dioperasionalkan untuk menggantikan tugas dari manusia. Menurut dia, kelemahan perangkat tersebut hanya berjalan sesuai instruksi sistem yang sudah dirancang.

Perkembangan ini, sebut dia, tidak dapat dihindari. Konsepnya, kemanusian kita tidak akan tergantikan oleh teknologi, dan teknologi jangan sampai membunuh kemanusiaan.

“Jika kita ingin terlibat, kita dapat memberikan personal touch atau sentuhan-sentuhan yang lebih manusiawi sehingga sistem kerja dari perangkat atau robot tersebut sehingga dapat sesuai,” tegas staf pengajar statistika ITS Surabaya itu.

Menurut Kresnayana, masyarakat harus mengenal istilah digital course atau etika dalam dunia digital. Intinya, masyarakat harus lebih bijak dalam memanfaatkan dunia digital. Perilaku dalam dunia digital juga harus dijaga.

Seperti menjaga perilaku posting konten, membuat nama akun yang sesuai, dan lain sebagainya.

Kresnayana juga menyoroti jarak atau penghalang yang terjadi dalam dunia pendidikan dan keluarga, antara anak dan orang tua. Saat ini banyak anak yang lahir ketika teknologi sudah maju. Untuk mempersiapkan tumbuh kembang anak di era digital ini harus mulai dari kecil.

“Contohnya begini, dari lahir anak sekarang sudah melihat gadget yang dipakai ayah dan ibunya. Secara tidak sadar, keingintahuan mereka tentang perkembangan teknologi ini harus diarahkan. Nah, ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua,” pungkas Kresnayana. (wh)

Marketing Analysis 2018