Ini yang Membedakan Es Campur, Es Doger dan Es Shanghai

Ini yang Membedakan Es Campur, Es Doger dan Es Shanghai

Pelatihan membuat membuat es campur, es doger dan es Shanghai di di Kaza City Mall Surabaya, Minggu (5/8/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Cluster home industry basic Pahlawan Ekonomi Surabaya menggelar pelatihan membuat es campur, es doger dan es Shanghai. Pelatihan tersebut dipandu Chef Muawaluyo Tsamara, mentor dari Surabaya Hotel School (SHS).

Menurut Muawal, untuk membedakan ketiga resep es tersebut sangat mudah. Pertama, untuk es campur yang poluler di Jawa Timur, bahan dan cara membuatnya dan bahan yang dibutuhkan tidak jauh berbeda dengan es doger dan es Shanghai

“Namun, untuk membuat es campur ada bahan tambahan berupa air santan dari parutan buah kelapa,” kata Muawal, ditemui di sela pelatihan di Kaza City Mall Surabaya, Minggu (5/8/2018).

Untuk menu es doger yang sangat populer di Jawa Barat dan Jakarta, memiliki komposisi yang tidak jauh berbeda dengan bahan dari buah-buahan segar.

“Hanya biasanya, santannya diganti dengan sirup yang dibuat dari sari buah dan gula. Untuk teksturnya sendiri juga lebih padat. Yaitu dengan cara memadatkan bahan es serut yang ditambahkan,” cetusnya menambahkan.

Sedangkan untuk es Shanghai, terang Muawal, bahan-bahan yang digunakan juga hampir sama. Namun yang membedakan adalah bahan campuran buah nangka, kacang merah dan serutan daging kelapa.

“Ketiga bahan campuran ini wajib hukumnya untuk membuat es Shanghai. Ketiga bahan ini menjadikan rasa dari es Shanghai lebih mak nyus,” papar dia dihadapan puluhan pelaku usaha yang ikut pelatihan.

Muawal juga menjelaskan, satu menu lain yang memiliki komposisi serupa, yaitu es teler. Kata Muawal, es teler memiliki tekstur mirip dengan tiga menu es sebelumnya.

“Bedanya adalah pemilihan bahan campuran. Untuk membuat es teler, butuh bahan campuran berupa daging agar-agar dan campuran sirup yang membuat rasa menu es teler lebih legit dan manis,” kata dia. (wh)

Marketing Analysis 2018