Ini Suka dan Duka UKM Jualan di Dunia Digital

Ini Suka dan Duka UKM Jualan di Dunia Digital

Diah Arfianti (owner Diah Cookies), Johanes Hadianto Hubert, owner TN Kitchen, dan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (18/11/2016). foto:arya wiraraja/enciety.co

Era digital benar-benar jadi ladang besar buat pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) mdemasarkan produknya. Selain lebih murah, jangkauan jualan online juga jauh lebih luas dan tanpa dibatasi waktu.

“Kalau di online kita dalam menawarkan produk dan bertansaksi 24 jam tanpa batasan jam operasional. Calon pembeli dapat lebih puas mencari produk yang mereka butuhkan,” kata Diah Arfianti, owner Diah Cookies anggota  Pahlawan Ekonomi Surabaya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (18/11/2016).

Dalam acara yang dipandu Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya itu, Diah mengaku sudah tak hapal berapa kali melakukan transaksi via online. Terutama yang dilakukan di Facebook.

Diah lalu mengungkapkan banyak suka dan duka ketika ia memasarkan produknya lewat dunia digital. Di mana dia merasa senang bila produk jualannya yang dijual lewat dunia digital seperti facebook, kemudian laku dan dipesan pelanggan.

“Hal yang paling membanggakan ketika pelanggan puas dengan produk kita, mereka lantas testimoni di Facebook. Secara tidak langsung comment atau testimoni tersebut sangat membantu, karena calon pembeli lain bakal penasaran ingin membeli produk kita,” tegas Diah yang telah bergabung bersama Pahlawan Ekonomi sejak 2012 itu.

Kata Diah, ada juga hal yang tidak mengenakkan. Yakni, ketika sering update status produk. Banyak teman yang agak jengkel atau terganggu. Keluhan itu juga diposting di laman dibaca banyak orang.

“Sekarang saya menyiasati dengan menjadwal update status. Ya, biar kawan-kawan juga tidak kelewat terganggu,” urai dia, lantas tersenyum.