Ini Sosok Pahlawan Baru yang Dibutuhkan Indonesia

Ini Sosok Pahlawan Baru yang Dibutuhkan Indonesia

Joni Hermana

Upacara peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Selain sebagai peringatan Hari Pahlawan, juga bertepatan Dies Natalis ke-58 ITS.

Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI), Agus Gumiwang Kartasasmita pada upacara yang diikuti seluruh sivitas akademika ITS, Sabtu (10/11/2018).

Dalam pidatonya, orang nomor satu di kampus pahlawan ini menyampaikan, peringatan Hari Pahlawan merupakan momentum bagi bangsa Indonesia untuk melakukan introspeksi diri. Sampai seberapa jauh setiap komponen bangsa dapat mewarisi nilai-nilai kepahlawanan, melanjutkan perjuangan, mengisi kemerdekaan demi mencapai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sejahtera, adil dan makmur.

“Tidak ada kata akhir untuk sebuah perjuangan, setiap etape perjuangan akan selalu berlanjut ke etape perjuangan berikutnya,” ujar pria kelahiran Bandung, 18 Juni 1960 ini.

Berdasarkan tuntutan lingkungan strategis, lanjut Joni, momentum ini diharapkan mampu melahirkan ide dan gagasan yang mampu mentransformasikan semangat pahlawan menjadi keuletan dalam melaksanakan pembangunan, keberanian melawan penjajah menjadi inspirasi mengusir kemiskinan, kecerdikan para pahlawan dalam mengatur strategi menjadi inspirasi rakyat lndonesia untuk melakukan inovasi cerdas memperkuat daya saing bangsa dalam pergaulan dunia.

Sosok Pahlawan Baru

Guru besar Teknik Lingkungan ITS ini menjelaskan, tahun ini tema peringatan Hari Pahlawan adalah Semangat Pahlawan di Dadaku. Tema tersebut dapat dimaknai bahwa sesuai fitrahnya dalam diri setiap insan tertanam nilai-nilai kepahlawanan, oleh karenanya siapapun dapat menjadi pahlawan.

“Setiap zaman memiliki pahlawannya masing-masing. Terkait dengan hal tersebut, bangsa Indonesia memerlukan sosok pahlawan baru, sosok yang berdedikasi dan berprestasi pada bidangnya untuk memajukan negeri ini,” tutur pria yang memperoleh gelar doktor di University of Newcastle, Inggris ini.

Menjawab kebutuhan tersebut, pemuda lndonesia harus mempunyai jiwa patriotisme, pantang menyerah, disiplin, berkarakter menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidangnya, serta mampu memanfaatkan keberagaman sebagai modal sosial dipergunakan untuk keunggulan Indonesia dalam pergaulan dunia.

“Selain itu, juga mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menjadikan Indonesia diperhitungkan dalam bersaing dan bersanding dengan negara lain khususnya ketika negeri ini memasuki era revolusi industri 4.0,” imbuhnya.

Sebagai penutup, Mensos mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa Indonesia, berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Mulai dari hal kecil dan lingkungan terdekat yang pada akhirnya memberikan kekuatan dan ketahanan bagi bangsa dan negara.

“Kobarkan terus semangat pahlawan di dada, torehkan prestasi yang membawa harum nama bangsa dan negara. Jaga selalu persatuan dan kesatuan dalam jalinan toleransi dan kesetiakawanan sosial dan semoga semangat pahlawan senantiasa mewarnai setiap langkah kita,” pungkasnya.(wh)

Marketing Analysis 2018