Ini Saatnya Jualan Asuransi Mikro

Ini Saatnya Jualan Asuransi Mikro
Dwi Setyaningsih, peneliti Enciety Business Consult

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meluncurkan grand design asuransi mikro. Salah satu isinya mendeskripsikan asuransi mikro sebagai produk asuransi yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah.

Karakteristik produk asuransi mikro dirincikan harus memiliki sistem administrasi yang sederhana, mudah diakses, ekonomis, dan proses pencairan klaim maksimal 10 hari sejak dokumen pengajuan klaim dinyatakan lengkap.

Dalam grand design tersebut juga disebutkan premi maksimal Rp 50 ribu per tahun dengan besaran klaim maksimal Ro 50 juta.

Terlebih di era perdagangan bebas ASEAN, misalnya, pelaku usaha mikro akan merasa lebih terlindungi dengan keberadaan asuransi tersebut.

Masyarakat bisa lebih fokus dalam mengembangkan usahanya melalui pinjaman di bank tanpa perlu mengkhawatirkan jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti meninggal dunia ataupun bangkrut.

Sebagaimana dicatat enciety Desk Research (eDR), perkembangan kredit usaha mikro di Jawa Timur memiliki proporsi sebesar 16,6 persen pada 2011 dan meningkat menjadi 21,6 persen pada 2014 atau senilai Rp 18,5 triliun.

Tidak hanya itu, pertumbuhan kredit usaha mikro tahun lalu yang mencapai 24,0 persen adalah yang paling fantastis dibandingkan kredit usaha kecil dan menengah yang masing-masing hanya sebesar 6,5 persen dan 2,5 persen.

Data tersebut harusnya mampu dibaca sebagai peluang bagi perusahaan asuransi untuk memperbesar tumbuhnya asuransi mikro di Indonesia.

Dan 3-5 tahun ke depan, OJK akan melakukan persuasi dalam bentuk imbauan. Ini dengan harapan perusahaan asuransi memiliki inisiatif untuk memasarkan asuransi mikro dan bukan karena takut akan hukuman regulator. (wh)

Marketing Analysis 2018