Ini Penyebab Banyaknya Wajib Pajak yang Tak Ikut Tax Amnesty

Perspective Dialogue Ini Penyebab Banyaknya Wajib Pajak yang Tak Ikut Tax Amnesty

Agus Susanto (kiri), Kasi Keberatan dan Banding DJP 1 Jawa Timur, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (3/2/2017). foto: arya wiraraja/enciety.co

Setelah diberlakukannya program tax amnesty yang digalakkan oleh pemerintah mulai Juli 2016 untuk para wajib pajak sampai dengan Maret 2017, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) 1 Jawa Timur memiliki pekerjaan rumah yang menumpuk. Di antaranya adalah bagaimana cara meningkatkan kesadaran dari para wajib pajak yang telah terdaftar dalam data base DJP 1 Jawa Timur.

Agus Susanto, Kasi Keberatan dan Banding DJP 1 Jawa Timur, menuturkan jika sesuai beberapa laporan yang diterima, selama ini kendala yang dihadapi oleh kebanyakan mereka lupa atau tidak tertib dalam membayar kewajibannya kepada negara.

“Kebanyakan kendala yang dihadapi oleh para wajib pajak adalah mereka selalu lupa akan rutinitas bulanannya itu,” ujar dia dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (3/2/2017).

Dalam acara yang dipandu Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya itu, Agus mengungkapkan mulai tahun 2016 lalu, pihaknya telah mengantongi 16 ribu laporan keberatan dan banding bagi denda yang dikenakan pada para wajib pajak di wilayahnya.

“Jumlah tersebut memang meningkat seiring dengan diberlakukannya tax amnesty,” tutur dia.

Agus menambahkan, tingginya angka laporan yang diterima olehnya itu sebenarnya sebuah pertanda jika para mereka masih belum care terhadap kewajiban yang selama ini harus mereka patuhi.

“Selain sebagai sarana menuntaskan kewajiban tunggakan pajaknya kepada negara, program tax amnesty kurang lebih selama setengah tahun ini sebagai teguran kepada para wajib pajak agar dapat mengubah kebiasaan buruk mereka yang lalai bayar pajak,” pungkas Agus. (wh)

Marketing Analysis 2018