Ini Karya 3 Anggota Pejuang Muda yang Diwisuda di LPTB Susan Budihardjo

Ini Karya 3 Anggota Pejuang Muda yang Diwisuda di LPTB Susan Budihardjo

Karya Pejuang Muda yang dipamerkan di Dyandra Convention Hall.foto:arya wiraraja/enciety.co

Target besar diapungkan tiga anggota Pejuang Muda Surabaya usai lulus dari Lembaga Pengajaran Tata Busana (LPTB) Susan Budihardjo. Ini ditegaskan usai upacara kelulusan tersebut di Dyandra Convention Hall, Jumat (22/2/2019).

Novita Rahayu Purwaningsih, menegaskan, pascalulus dari LPTB Susan Budihardjo dirinya berkomitmen terus mengembangkan usaha yang dirintisnya mulai tahun 2016.

“Saya sangat merasakan perkembangan dari usaha saya ini. Sekarang, setelah belajar di LPTB Susan Budihardjo, saya telah memiliki label untuk produk premium yang harganya di atas Rp 2 juta. Nama labelnya adalah ByVira,” tegasnya.

Vira lalu menjabarkan tema busana yang dipamerkan dalam acara bertajuk Perfection Graduation Show 2019 tersebut. Katanya, ia sengaja mengambil tema Amorphophallus Titanum atau bunga bangkai karena memiliki bentuk indah dan warna menarik.

“Saya sengaja angkat tema bunga bangkai karena bunga ini sangat indah dan spesies endemik asli Indonesia. Namun banyak orang yang hanya kenal namanya tanpa melihat langsung,” tandas owner Vira Coupleware itu.

Busana karya Vira itu memasukkan unsur amorphophallus titanum dalam warna dan bentuk kerutan di bagian dada busana. “Saya sengaja pilih warna merah. Untuk melambangkan kelopak bunga amorphophallus titanum yang indah saya buat kerutan rumbai di bagian dada busana, sehingga orang yang pakai bakal terlihat anggun dan menawan,” jelasnya.

Lain halnya dengan Cahya Budi Saptono. Dia mengaku mengambil tema Diosa yang diambil dari Dewi umat Hindu, yakni Dewi Mahakali.

Cahya mengaku karyanya terinspirasi dari sosok Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. “Ini saya dedikasikan untuk Bu Risma. Saya sangat berterima kasih karena saya diberi kesempatan dan terpilih mendapat beasiswa di LPTB Susan Budihardjo,” tutur Cahya yang juga owner Surya Gallery.

Sementara Wiant Dalilla Azka mengungkapkan sengaja mengangkat tema Harajuku. Wiant mengaku terinspirasi dari kebebasan berekspresi masyarakat Jepang.

“Tren busana di Jepang tidak dibatasi. Mereka berani mengombinasikan berbagai macam aliran busana dan fashion jadi satu. Hal ini sangat cocok dengan tren busana tahun 2019 yang sangat bebas dan kreatif,” pungkas dia. (wh) 

Marketing Analysis 2018