Ini Cara Memahami Dyslexia terhadap Anak

Ini Cara Memahami Dyslexia terhadap Anak

dr Ursula Yudith Sp THT menjelaskan penyandang dyslexia, Jumat (28/10/2016).

Orang tua dan tenaga pendidik atau guru harus mengetahui jika seorang anak atau siswanya mengalami keterlambatan belajar membaca. Bukan karena tidak bisa membaca, namun dikhawatirkan siswa atau anak tersebut merupakan penyandang dyslexia (gangguan membaca spesifik red).

Ketua disklesia parents support grup (DPSG) Jawa Timur, dr Ursula Yudith Sp THT mengatakan, seorang anak penyandang dysleksia tidak hanya mengalami kesulitan membaca, tetapi juga dalam hal mengeja, menulis dan beberapa aspek yang lain.

“Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui dari 10 anak di Indonesia, 1 anak menyandang dysleksia. Mereka kesulitan dalam berbahasa, baik bahasa lisan maupun bahasa tulis,” kata dr Ursula Yudith, Jumat (28/10/2016).

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar pemerintah memperhatikan secara khusus agar anak-anak penyandang masalah ini segera cepat tertangani secara benar.

Ia melanjutkan, penyandang dyslexia ini dibagi menjadi 3 kelompok yang tingkatanya berbeda-beda yaitu berat, sedang dan ringan. Dyslexia sendiri juga bersifat genetis.

“Penyandang dyslexia, keaktifan neuron di otak berbeda dengan yang normal. Itu terlihat saat dites dengan MRI di rumah sakit yang mempunyai fasilitas ini,” ujarnya.

Dysleksia sendiri tidak bisa sembuh dan disandang seumur hidup oleh seseorang, namun biasanya mereka berespon dengan baik terhadap intervensi yang tepat.

Sebaiknya orang tua atau guru mendampingi secara aktif kepada anak-anaknya saat belajar membaca, karena saat penyandang dyslexia ini membaca kalimat, maka hurufnya terbalik-balik atau bahkan hilang. Maka bila dibiarkan sang anak tersebut, dia akan gagal disekolah, gagal dalam pergaulan sosial. Harus diintervensi secara baik dan terus menerus sejak kecil.

“Pem-bully-an paling banyak dilakukan orang tua terhadap anaknya karena mereka tidak mengetahui penyakit ini. Orang tua harus mendampingi terus anaknya. Harus sabar dan diajak bicara serta diberi sentuhan,” paparnya. (wh)

Marketing Analysis 2018