Ini Bekal Pelaku Usaha Memenangi Persaingan Bisnis pada 2019

Ini Bekal Pelaku Usaha Memenangi Persaingan Bisnis pada 2019

Pembekalan pelaku usaha di Kaza City mall.foto:arya wiraraja/enciety.co

Konteks dan konten. Dua hal itu yang wajib dicermati pelaku usaha Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda untuk memenangi persaingan bisnis di tahun 2019. Dengan memahami dua poin hal tersebut, pelaku usaha dapat mengetahui kelebihan produk dan usaha yang ditekuni sekarang.

“Kita tidak akan beli produk sebelum tahu konteksnya apa. Contohnya, dulu kalau kita beli biskuit kaleng Khong Guan, pasti yang ada di pikiran kita merayakan Hari Raya Lebaran. Nah, kalau kita beli biskuit itu tidak dalam merayakan Lebaran, lalu buat apa? Konteks inilah yang harus kita temukan dalam produk dan usaha kita,” tandas Hal Don Rozano, advisor Pahlawan Ekonomi Surabaya, dalam acara Evaluasi Pelatihan Creative Industry Pahlawan Ekonomi Surabaya di Kaza City Mall, Sabtu (5/1/2019).

.

Untuk poin kedua, Don menuturkan jika pada 2019 pelaku usaha diwajibkan memaksimalkan aset-asetnya yang ada dalam dunia digital untuk bisa mendongkang penjualan. Seperti diketahui, saat ini pelaku usaha Pahlawan EKonomi dan Pejuang Muda sudah memasarkan produknya lewat dunia digital. Untuk bisa memasarkan produknya, pelaku usaha diwajibkan membuat konten yang menarik.

“Tahun 2019 ini, kami ingin agar panjenengan semua bisa maksimal memanfaatkan dunia digital. Yang jelas, niat awal kita masuk ke dunia digital ini bukan untuk terkenal. Yang terpenting, usaha panjenengan bisa besar dan produknya laku. Jika lewat dunia digital hanya sekadar gaya dan ingin terkenal, tapi usahanya tidak jalan, pasti ada yang salah,” terangnya.

Kata Don, pelaku usaha bakal menghadapi tantangan ekonomi cukup berat pada triwulan kedua dan ketiga tahun 2019. Kondisi ini dikarenakan Indonesia menghadapi Pemilu Presiden & Pemilu Legislatif.

“Konteks yang ada pada produk dan usaha ini harus bisa disampaikan lewat konten. Nah, agar produk Anda sekalian diminati, jangan hanya jual produk saja, tapi jual juga konteks yang ada dalam produk dan usaha panjenengan sekalian,” tandas Don.

Luhur Budijarso, advisor Pahlawan Ekonomi Surabaya, megungkapkan usaha display dan packaging produk sangat penting. Dia lantas memberikan contoh seorang pelaku usaha Wulan Setyasih, owner Chawati Collection. Luhur bercerita awal bertemu Wulan pada tahun 2010. Saat itu Wulan datang ke pelatihan Pahlawan Ekonomi Surabaya yang digelar di Grosir Kapas Krampung (GKK) dengan membawa tas selempang, menggunakan celana jeans yang dipadu dengan kaus oblong lengan panjang.

“Awal bergabung mungkin Wulan merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, seletah ikut pelatihan Pahlawan Ekonomi, delapan tahun kemudian atau tahun 2018, produk Wulan bisa dipamerkan dan kenakan oleh model-model profesional dalam event fashion show Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan 2018,” urainya.

Waktu itu, Luhur mengaku sempat terharu melihat perkembangan pesat yang ditunjukkan para pelaku usaha Pahlawan Ekonomi. “Coba bayangkan, produk buatan Wulan yang dulunya bukan apa-apa, sekarang menjadi produk yang luar biasa. Terlebih, saat ini usaha Wulan makin berkembang, omzet bulanan yang dia kumpulkan makin meningkat,” cetus Luhur.

Lewat contoh tersebut, Luhur ingin menguraikan konteks dan konten, dua poin yang dijelaskan Don Rozano. Untuk konteks, jika semua produk dan usaha harus memiliki edit value.

“Jadi bagaimana produk yang kita miliki ini dapat dikaitkan dan dihubungkan dengan penggunaannya. Itulah yang kita sebut konteks,” paparnya.

Kedua, untuk konten, Luhur menjelaskan ada dua cara, yaitu offline dan online. “Untuk offline, 2019 jelas kita lakukan promosi lewat acara-acara. Contohnya pameran, Mlaku-Mlaku nang Tunjungan, dan lain sebagainya. Lantas untuk online, kita maksimalkan media sosial dan toko online yang kita miliki. Harapannya, makin banyak orang tahu, makin banyak orang tertarik dan makin banyak orang beli,” jabarnya. (wh)

Marketing Analysis 2018