Industri Kreatif Tanggulangin Direvitalisasi

Industri Kreatif Tanggulangin Direvitalisasi

Setelah dilanda bencana semburan lumpur pada tahun 2006 silam, sentra perekonomian termasuk juga Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo mengalami keterpurukan. Melihat hal tersebut, Institut ITS Surabaya bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dan Kementerian Perindustrian sepakat menjalin kerjasama revitalisasi industri kreatif Tanggulangin.

Pasar Kreatif Tanggulangin merupakan bagian dari progam Kementerian Perindustrian untuk revitalisasi industri di Kecamatan Tanggulangin yang sudah dimulai sejak tahun 2017. Hal tersebut juga merupakan kegiatan terpadu yang melibatkan semua potensi ekonomi, termasuk sentra-sentra kerajinan yang menjadi basis ekonomi kerakyatan. Dengan demikian dapat diharapkan peningkatan merek dari sentra-sentra UKM di Kecamatan Tanggulangin tersebut menjadi meningkat.

Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD menerangkan, yang menjadi tantangan semua pihak saat ini di Sidoarjo bukan hanya masalah lumpur lapindo. Namun dalam skala global ialah sistem otomasi, robotika, dan ilmu teknologi. Salah satunya adalah hampir pada semua sistem perdagangan konvensional yang ada saat ini sedang mendapati sebuah ancaman.

“Seperti tantangan besar yang dihadapi oleh hampir semua mal-mal besar untuk mempertahankan usahanya, karena sekarang banyak orang yang suka memilih belanja online daripada harus jauh-jauh pergi ke mal,” ujar Joni.

Hal tersebut yang menjadi daya tarik tersendiri bagi ITS dalam melakukan kerja sama dengan Pemkab Sidoarjo. Dengan begitu, diharapkan terciptanya usaha-usaha kreatif baru bagi masyarakat di Tanggulangin. Pada saat ini, sambung Joni, produk-produk kreatif asal Sidoarjo sudah mencapai cakupan pasar yang sangat luas bahkan sampai ke Amerika. Namun sayangnya, merek yang digunakan masih belum menggunakan merek sendiri.

ITS juga berpikir bahwa Tanggulangin memiliki potensi yang sangat besar untuk masuk ke pasar internasional. Namun yang menjadi hambatannya sekarang adalah akibat adanya bencana lumpur dan perubahan dalam berperilaku yang membuat seolah-olah kejayaan dari Tanggulangin sudah berlalu.

“Untuk itu, ITS berusaha membantu dalam pemilihan merek dalam hal industri-industri kreatif yang ada di Tanggulangin agar bisa mencapai kejayaan yang lebih nantinya,” terang guru besar Departemen Teknik Lingkungan ITS ini.

Tidak hanya itu, lanjut Joni, pengembangan sistem bisnis yang sesuai pada sistem zaman saat ini juga penting. Target pasar yang ditujukan juga tidak hanya mencakup generasi sekarang, namun harus bisa mencakup sampai pada generasi milenial. Hal tersebut merupakan poin menarik bagi ITS untuk melakukan beberapa kajian.

“Agar mampu menjadikan Tanggulangin sebagai primadona dalam dunia industri kreatif di Indonesia ataupun sampai dunia internasional,” tandasnya. (wh).

Marketing Analysis 2018

Berikan komentar disini