Hujan Abu Kelud, Satwa KBS Tak Dikeluarkan dari Sangkar

Hujan Abu Kelud, Satwa KBS Tak Dikeluarkan dari Sangkar
Marry, unta Afrika koleksi KBS tetap berada di kandang peraga walau hujan abu melanda Surabaya

 

Letusan Gunung Kelud di kabupaten Kediri tak hanya berdampak pada kawasan tetangganya saja. Hujan abu vulkanik ikut mengguyur Kota Surabaya yang berjarak sekitar 120 kilometer. Peristiwa tak biasa ini juga berpengaruh pada penanganan satwa koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS). Jumat (14/2/2014), satwa tetap berada pada sangkar atau kandang tidurnya.

Direktur Operasional PD Taman Satwa KBS, drh Liang Kaspe mengungkapkan, pihaknya memutuskan untuk tidak mengeluarkan semua satwa ke kandang peraga. Contohnya orang utan, harimau, singa, gnu, banteng, maupun beruang madu. Itu dikarenakan kondisi Surabaya yang tertutup abu vulkanik bisa berpotensi menimbulkan masalah kesehatan si satwa. Begitu pula dengan pakan, tak diletakkan di tempat terbuka yang memungkinkan paparan abu.  “Memang ada potensi penyakit, tetapi tidak sampai membahayakan,” ujarnya kepada enciety.co, Jumat (14/2/2014).

Kendati demikian, lanjut Liang, satwa liar memiliki kemampuan bertahan hidup yang lebih baik daripada manusia. “Jadi sebenarnya hujan abu begini satwanya nggak masalah,” katanya. Seandainya hujan abu kian memburuk, satwa-satwa tersebut tetap harus dikeluarkan ke kandang peraga. “Kalau nggak gitu mereka bisa stres,” imbuhnya.

Sementara itu, satwa lainnya tetap leluasa berada di kandang peraganya. Sebagai contohnya adalah kijang dan unta. Sebab, satwa yang berada di area kandang peraga bertema Afrika itu, memang tak punya kandang tidur. “Tidurnya memang di kandang peraga itu,” ujar keeper kandang Afrika, Toni.

Pria yang setahun mengurus unta Afrika bernama Morrage dan kawan-kawannya itu bilang, beberapa satwa tak masalah bila tidur di kandang peraganya meski diguyur hujan abu. “Kalau unta sudah terbiasa hidup di habitat gurun pasir. Beda dengan jerapah,” imbuhnya. Jerapah, ujar Toni, rentan stres jika mendengar gemuruh angin kencang.