Hindari Macet Lebaran, PU Hentikan Perbaikan Jalan

 

Hindari Macet Lebaran, PU Hentikan Perbaikan Jalan

Kementerian Pekerjaan Umum (PU)  telah menghentikan pekerjaan jalan di ruas jalan nasional, dalam rangka kesiapan menghadapi arus mudik. Penghentian pekerjaan diharapkan bisa memperlancar arus lalu lintas yang selama ini macet karena perbaikan jalan.

“Sejak H-30 yang jatuh kemarin 1 Juli, kami sudah menghentikan pekerjaan di sejumlah jalan nasional, hal ini untuk melayani pengusaha dan pedagang untuk mendistribusikan barang-barang dan logistik agar arus barang lancar,” ujar Dirjen Bina Marga Kementerian PU Djoko Murjanto kepada pers di Jakarta, Kamis (3/7/2014).

Djoko menjelaskan bahwa target pelayanan jalan nasional pada H-30 sampai H-10 lebih diperuntukan untuk para pengusaha dan pedagang, mengingat kebutuhan masyarakat di bulan puasa ini meningkat. Sedangkan untuk H-10 lebih fokuskan untuk melayani kebutuhan pemudik.

Secara keseluruhan Djoko mengatakan bahwa kondisi jalan sudah mulus dapat dilewati, kecuali ruas Kadipaten-Sumedang yang kondisinya rusak berat, namun Djoko mengungkapkan pada tanggal 12 Juli pekerjaan disana akan dihentikan dalam kondisi mulus dapat dilewati.

“Kondisi nya lumayan rusak, Kadipaten-Cijelak-Sumedang sepanjang 11 km masih ada kerusakan parah, saat ini sedang keroyokan untuk mengerjakannya, jadi ada 3 perusahaan pabrik aspal yang terlibat disitu kami targetkan tanggal 12 (Juli) selesai,” tambah Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IV Ditjen Bina Marga Kementerian PU Bambang Hartadi.

Sementara itu, Menteri Perhubungan mengatakan bahwa peningkatan arus mudik tahun ini adalah sebesar 4,6 persen, untuk itu maka harus diperhatikan perlintasan sebidang palang pitu kereta api, menginga diprediksi jumlah kereta api yang lewat jauh lebih sering intensitasnya pada mudik mendatang.

“Diharapkan tingkat kemacetan bisa dikurangi pada musim mudik lebaran terutama pada hari puncak yang kami prediksi H-2,” tutur Mangindaan.

Mangindaan menambahkan bahwa pada H-4 lebaran di jalur lingkar Nanggrek fokus untuk melayani penumpang dan masyarakat, dan kendaraan truk dengan dua sumbu akan dilarang melewati jalan-jalan tersebut. (wh)