Hari Pahlawan, Jangan Racuni Pemuda dengan Harapan Usang

Hari Pahlawan, Jangan Racuni Pemuda dengan Harapan Usang

Dhahana Adi (penulis), Sigit Proyanto (pengusaha muda), dan Kresnayana yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (11/11/2016). foto:arya wiraraja/enciety.co

Memperingati Hari Pahlawan yang diperingati tiap 10 November, para pemuda Indonesia bakal dihadapkan tantangan zaman yang semakin maju dan berkembang. Setiap tahun ada sekitar 4,5 juta bayi lahir. Juga, kurang lebih ada 4 juta pemuda lulus SMK dan SMA.

“Yang harus kita cermati pada perayaan Hari Pahlawan ini adalah menjaga pola berpikir mereka agar tidak teracuni dengan mindset orang-orang zaman dahulu, yang memiliki patokan jika orang sukses adalah mereka yang berprofesi menjadi seorang pegawai,” tutur Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (11/11/2016).

Acara tersebut menghadirkan Sigit Priyanto, owner Bakso Hitam Chokjudez dan Dhahana Adi, penulis muda dan dosen di salah satu universitas di Surabaya.

Menurut Kresnayana, pemuda zaman sekarang jangan diracuni cita-cita dan harapan yang telah usang. Mereka harus dipandu dan diperlihatkan jika kondisi sekarang sangat berbeda dengan apa yang dihadapi orang tua mereka dulu.

“Jika para orang tua sekarang masih menuntut agar meraih cita-cita seperti yang dibayangkan mereka, secara tidak langsung mereka telah meracuni pola pikir anak-anaknya,” ulas pakar statistika ITS itu.

Semestinya, sambung Kresnayana, yang harus dilakukan orang tua harus mampu memberikan pendidikan berkarakter bagi mereka agar mereka dapat tumbuh dan berkembang menghadapi tantangan zaman.

Marketing Analysis 2018