Hari Ibu, BNN Surabaya Ajak Anak Jalanan Jauhi Narkoba

Hari Ibu, BNN Surabaya Ajak Anak Jalanan Jauhi Narkoba

AKBP Suparti mengajarkan pemahaman untuk menjauhi narkoba kepada anak jalanan di KBS, Sabtu (24/12/2016). foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Rentannya usia anak-anak yang terjerumus ke dalam jeratan narkoba disikapi  Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Surabaya dengan menggelar aksi sosialisasi kepada ratusan anak-anak jalanan.

Acara yang digelar di Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) dengan tema Moms Day “aku sehat, tanpa narkoba karena aku sayang ibuku” tersebut mengajak anak-anak belajar menjauhi narkoba.

Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suparti mengatakan pihaknya mengajarkan bahaya narkoba bersamaan dengan peringatan hari ibu.

“Seorang ibu mengajarkan dengan penuh kelembutan. Sebisa mungkin sejak dini anak-anak diberi pengetahuan tentang bahaya narkoba,” kata AKBP Suparti kepada awak media, Sabtu (24/12/2016).

Perwira dengan dua melati di pundak tersebut melanjutkan dari data yang ada di BNN kota Surabaya tahun ini tercatat ada 205 pelajar dan mahasiswa yang sudah biasa mengkonsumsi narkoba.

“Untuk total rehabilitasi, kini ada 364 orang yang dilakukan pembinaan di tempat kami. Kami kini berusaha mencegah pengedar narkoba masuk ke anak-anak yang kebanyakan tidak tau bila ditawarkan tersebut ternyata narkoba,” ujarnya.

Johaness De Fretes dari Save Street Child Surabaya mengakui bila anak-anak yang bernaung ditempatnya rentan terhadap bahaya narkoba.

“Ada 400 anak disini yang terbagi dalam 4 base camp yaitu  Semampir, Tambaksari, Arjuno dan Joyoboyo. Dan kebanyakan broken home hingga mereka menjadi pengasong dan penyemir sepatu,” kata Johaness De Fretes.

Ia mengaku senang dengan kegiatan yang diadakan oleh BNN kota Surabaya tersebut, meskipun ditempatnya juga mengajarkan bahaya kekerasan seksual.

“Adik-adik kami ajari bila ada seseorang lakukan kekerasan atau pelecehan maka mereka harus teriak dan jangan hanya diam saja agar masyarakat sekitar tahu,” ujar Johaness yang mengaku jika narkoba rentan terjadi pada anak yang lulus dari SMP.

Amalia salah satu anak yang ikut mengaku sudah mengetahui narkoba. Menurut siswa SD di kawasan Tambaksari ini, di tempat lingkungan rumahnya sudah banyak narkoba yang beredar.

“Saya sudah tahu kalau narkoba. Di tempat saya tinggal, orang besar pakai barang itu,” katanya sambil menunjuk ganja yang ada di etalase yang dibawa BNN kota Surabaya.