Hari Bumi, KBS Labelkan Tujuh Pohon Tua dan Langka

Hari Bumi, KBS Labelkan Tujuh Pohon Tua dan Langka

Pelaksanaan label kepada pohon tua dan langka, Sabtu (22/4/2017). foto:humas kbs

Menyambut peringatan Hari Bumi Sedunia (Earth Day), Kebun Binatang Surabaya (KBS) melabelkan tujuh pohon tua dan langka yang ada di area KBS, sebagai kampanye peduli pelestarian alam serta lingkungan sekitarnya, Sabtu (22/4/2017).

Humas Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS, Laily Widya Arishandi mengatakan pelabelan tujuh pohon tua dan langka itu merupakan cara pemuliaan pohon. Tujuh pohon tua dan langka dipilih karena memiliki sifat-sifat tertentu atau khas untuk dikembangkan.

“Tujuh pohon itu adalah Asam Jawa (Tamarindus indica), Gandul atau Kunto Bimo (Kigelia africana), Mahoni (Swietenia mahagoni), Kenari (Canarium vulgare), Nyamplung (Calophyllum inophyllum),  Sono Keling (Dalbergia latifolia) dan Palem Raja (Roystonea regia),” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya pelabelan tujuh pohon untuk mengenalkan jika KBS juga memiliki koleksi tumbuhan yang hingga saat ini jumlahnya mencapai 206 jenis, baik dari jenis Tanaman Penutup Tanah, Tanaman Perdu, Tanaman Pelindung, Semak dan Palem, serta Tanaman Langka.

Sementara itu, Staf Litbang dan Konservasi PDTS KBS, Toha Putra Z.A mengatakan tujuh pohon yang dilabelkan memiliki umur yang beragam. Pohon Kenari, Gandul dan Asam mempunyai usia lebih dari 100 tahun. Pohon Mahoni berusia lebih dari 60 tahun.

“Pohon Nyamplung dan Sono Keling memiliki usia lebih dari 50 tahun, sedangkan Pohon Palem mempunyai umur sekitar 50 tahun. Ketujuh pohon yang dilabelkan tersebut memiliki beberapa sifat yang khas,” terangnya.

Ia mengatakan Asam jawa tergolong kedalam jenis pohon dan berumur panjang (menahun). Berperawakan besar, selalu hijau (tidak mengalami masa gugur daun), tinggi sampai 30 m dan diameter batang di pangkal hingga 2 m. Kulit batang berwarna coklat keabu-abuan, kasar dan memecah, beralur-alur vertikal. Tajuknya rindang dan lebat berdaun, melebar dan membulat.